Alm. Mayjen Edi Marjoeki Nalapraya Sosok Dibalik Cerita RAPI

Terkini

Radio Antar Penduduk Indonesia Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Diera tahun 80an ditengah semaraknya (Viralnya) salah satu alat komunikasi yang bernama Citizen Band (CB)masuk menggebrak pasar bumi pertiwi ini cukup banyak digemari penduduk diseluruh nusantara hingga mengakibatkan berbagai gangguan dimasyarakat. ditengah keriuhan itu munculah salah seorang perwira tinggi CPM yang ditugaskan membenahi keadaan tersebut. Bekerja sama dengan Departemen Pos dan Telekomunikas akhirnya sang perwira yang diketahui Alm. Majen Purn. Edi Marjuki Nalapraya mengemas kenbersamaan para pengguna radio komunikasi ini dalam satu wadah yang diberi nama Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) sebagai organisasi sosial nirlaba sebab dengan komunikasi antar penduduk menurutnya dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa yang besar ini. Perkembangan Organisasi ini sangat pesat hingga nyaris berdiri diseluruh bumi nusantara saking banyak penggemarnya, sehingga Eddy mengusulkan organisasi ini dimasukan dalam lembar negara dengan tujuan kesatuan rakyat yang membantu pemerintah dalam rangka memberikan bantuan informasi tepat , cepat, akurat terpercaya kepada pihak pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 Dari Rakyat , Oleh Rakyat dan untuk Rakyat sebab dari sejak berdirinya organisasi ini merupakan organisasi elit yang tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Seluruh kegiatan organisasi ini dibiayai dengan cara tanggung renteng sesama anggota bahkan membantu pemerintah dengan pembayaran pajak ijin komunikasi dari seleuruh anggotanya.

Saking Mebludaknya anggota organisasi ini di Nusantara berawal penghujung tahun 90an berubah nama  menjadi Radio Antar Penduduk Indinesia (RAPI) berdasarkan SK Dirjen Postel dengan cakupan pemberian penyampaian inpormasi bencana Alam, Kecelakaan lalu lintas bahkan pengiriman suara pada PEMILU. pada tahun itu juga telah ditanda tangani naskah kerjasama antara Ketua RAPINAS dengan Panglima TNI, dengan Kapolri, Kadishub serta menyertakan RAPI untuk turut serta melakukan pengawasan pada kegiatan kenegaraan yang memerlukan komunikasi cepat ,tepat jarak jauh, hingga saat ini.

Uniknya seluruh anggota organisasi in memiliki rasa, kepedulian yang sama guna menjaga persatuan dan kesatuan dengan cara silaturahmi sesama anggota baik melalui prequensi udara atau saling mengunjungi ketika ada yang sakit apalagi jika ada bencana tanpa diminta seluruh anggota tanpa perintah secara sukarela akan menghimpun bantuan guna menyantuni lokasi dan korban  bencana. Inilah ciri khas penduduk Indonesia yang kian memudar pada generasi sekarang tapi RAPI masih memilikinya , Setiap anggota RAPI di nusantara masih memiliki jiwa korsa dan kepedulian terhadap negara serta mempertahankan nilai nilai budaya bangsa ”

Menurut Waka II Rapi Wilayah 13 Sumedang Asep atau dengan nama panggilan khasnya JZ10IIM menjelaskan rasa jiwa korsa inilah yang sekarang sulit ditemukan dikalangan masyarakat. ” Rasa Kepedulian ,  Kebersamaan ini patut menjadi suri teladan untuk semua penyelenggara negara dewasaini. Bukan memeras, menekan bahkan menindas rakyat untuk rebutan kekuasaan , kekayaan dan manipulasi. tegas Asep.

Anggota RAPI sebagai putra putri bangsa sekecil apapun mampu membantu pemerintah tanpa imbalan , rela meninggalkan keluarga, mengeluarkan biaya meluangkan waktu demi sebuah kedamaian dan kenyamanan serta kesatuan. ” Apa tidak malu para penyelenggara negara , rebutan kekuasaan , rebutan uang rakyat , memaksa dan membodohi , apa kalian tidak malu mengingkari janji sendiri ketika sumpah jabatan kalian ucapkan . ” ujarya lagi .

Ia menjelaskan RAPI Sumedang berdiri tanggal 17 April 1995, dan sepak terjang nya dijawa barat cukup punya jejak , Pemerintah Kabupaten Sumedang pada waktu itu sangat suport dengan Adanya RAPI Sumedang. Bupati Sutarja pada Waktu itu sampai mengintrusikan setiap Dinas instansi hingga kepala desa harus ada anggota RAPI guna mempercepat jaringan informasi . ditahun 2000 an bahkan Bupati Miscbah Menggelar salah satu keciatan llomba lacak signal se Indonesia dengan piala bergilir Bupati Sumedang Cup. Begitu juga bupati Donny Munirmemberikan salah satu kendaraan dinas guna kelancaran operasional RAPI Sumedang , begitu pula beberapa Rapi dikabupaten lainnya .

Saat ini dibawah kepemimpinan Enjang dengan nama panggilan JZ10YEF  Rapi Sumedeng tengah mengembangkan sistem jaringan komunikasi yang menyeluruh kesetiap penjuru kabupaten Sumedang tanpa hambatan. ia juga membimbing berbagai keterampilan anggotanya bekerrja sama dengan UKM mengingat anggota RAPI dewasa ini bukan lagi kaum elite saja tapi sudah banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. tapi itulah RAPI sekecil apapun tetap dapat menggalang dana guna melaksanakan kegiatan dari masa kemasa membantu pemerintah tanpa imbalan.

Selama kurun waktu 45 tahun sejak berdirinya RAPI tetap berjalan kokoh menyokong kegiatan pemerintah, dengan sling bahu membahu sesuai kemampuan sesuai amanat undang undang dasar 1945 Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sementara dijalur lain masih jalan ditempat Dari Rakyat untuk pejabat dan habis dimakan kerakusan dan keserakahan. Semoga Yang maha kuassa segera memberikan hidayah atas kejadian ini.