HUT ke-22 SMAN 3 Sumedang Bertema “Melesat”, Wakil Bupati Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini dan Tantangan Digital

Pendidikan Terkini

Sumedang-eltaranews.com. SMA Negeri 3 Sumedang merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 dengan mengusung tema “Melesat”, yang digelar meriah dan penuh makna, Selasa (04/02/2026). Perayaan ini merupakan akumulasi dari rangkaian kegiatan kreatif dan edukatif yang sepenuhnya digagas serta dilaksanakan oleh para siswa.

Kepala SMAN 3 Sumedang, Doyo S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa rangkaian HUT ke-22 telah diawali dengan berbagai kegiatan, di antaranya Sumedang Walker yang bekerja sama dengan panitia Sumedang Walker dan dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang, Edu Fair yang menghadirkan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Barat, serta lomba antar kelas seperti basket dan futsal.

Selain itu, sekolah juga menggelar kegiatan edukatif kreatif seperti “kawinan barudak” dan game online yang bertujuan meningkatkan prestasi, kreativitas, serta karakter siswa.

“Seluruh kegiatan ini lahir dari ide dan antusiasme siswa. Panitianya siswa, pelaksananya siswa, dan pendanaannya berasal dari donatur seperti alumni, guru, simpatisan, tanpa membebani orang tua,” ujar Doyo.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla, SH., M.Kn, dalam sambutannya memberikan motivasi sekaligus nasihat kepada para siswa agar fokus pada pendidikan, pembentukan karakter, dan masa depan di tengah tantangan sosial serta digital yang semakin kompleks.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan mengucapkan selamat ulang tahun ke-22 kepada “Svantisu”, yang disebutnya sebagai simbol komunitas pendidikan yang terus bergerak maju dan berprestasi. Tema kegiatan “Unity in Motion, Excellence in Action” dinilai relevan untuk membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, disiplin, dan kepedulian sosial.

Wabup Fajar juga menekankan pentingnya menghargai guru. Menurutnya, kepintaran tanpa peran guru tidak akan menghasilkan pemimpin masa depan. “Hormati guru, baik yang masih mengajar maupun yang telah pensiun,” pesannya.

Dalam pidatonya, ia turut menyoroti tantangan Generasi Z di era digital, termasuk risiko hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial, hingga isu kesehatan mental. Siswa diminta bijak dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Isu pernikahan dini juga menjadi perhatian serius. Fajar menyebut angka pernikahan dini di Jawa Barat, termasuk Sumedang, masih tinggi. Ia mengingatkan siswa agar tidak terburu-buru menjalin hubungan serius dan lebih fokus meraih cita-cita.

“Penyesalan itu selalu datang belakangan. Kejar dulu masa depan kalian,” tegasnya.

Pidato ditutup dengan pesan agar generasi muda SMAN 3 Sumedang terus melesat, berprestasi, dan menjadi kebanggaan daerah serta bangsa, disertai pantun penyemangat yang disambut tepuk tangan hadirin.

(Bahaep)