Refleksi Setahun Kepemimpinan, Bupati Dony Akui Kemiskinan hingga Jalan Rusak Masih Jadi PR

Terkini

Refleksi Setahun

SUMEDANG-eltaranews.com. Rembug Sumedang dalam rangka refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang 2025 yang digelar di Gedung Negara, Jumat (20/2/2026), menjadi forum evaluasi terbuka atas capaian dan tantangan pembangunan daerah.

Bupati Sumedang, , menegaskan bahwa berbagai kemajuan yang diraih tidak boleh membuat pemerintah daerah menutup mata terhadap persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

“Setahun ini ada kemajuan yang kita syukuri, tetapi masih banyak yang harus kita benahi. Kami sadar pelayanan belum sempurna,” ujarnya di hadapan Forkopimda, pimpinan DPRD, akademisi, kepala perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat.

Ia memaparkan sejumlah pekerjaan rumah yang masih menjadi fokus utama. Penanganan kemiskinan dinilai tetap menjadi tantangan besar. Meski program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi telah berjalan, intervensi yang lebih konkret masih dibutuhkan agar masyarakat benar-benar mandiri secara ekonomi.

Selain itu, angka stunting juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penguatan intervensi kesehatan, pemenuhan gizi, serta edukasi keluarga.

“Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi masa depan daerah. Kalau anak-anak kita sehat dan cerdas, maka Sumedang juga akan kuat,” katanya.

Persoalan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja turut menjadi sorotan. Menurutnya, investasi dan penguatan sektor produktif harus terus dipacu agar peluang kerja, khususnya bagi generasi muda, semakin terbuka.

Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak di sejumlah wilayah juga diakui masih terjadi dan menjadi prioritas penanganan.

“Jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut ekonomi masyarakat. Petani membawa hasil panen, anak sekolah berangkat belajar, semuanya membutuhkan akses yang layak,” jelasnya.

Di sisi lain, pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan publik dinilai masih perlu ditingkatkan demi menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Kita ingin Sumedang bersih, sehat, dan nyaman. Lingkungan yang terawat adalah cerminan budaya masyarakat dan pemerintahnya,” tambahnya.

Meski demikian, Dony menyebut berbagai capaian positif selama satu tahun terakhir menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, TNI–Polri, dan masyarakat dinilai semakin menguat.

Dukungan perguruan tinggi seperti dan disebut berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik.

“Kemajuan Sumedang bukan hasil kerja satu orang. Ini kerja bersama, kerja keroyokan semua pihak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan digitalisasi layanan dan peningkatan koordinasi antar perangkat daerah yang mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan. Pemerintah harus hadir tanpa mempersulit,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Ia meminta seluruh ASN membangun budaya kerja terbuka dan tidak defensif terhadap evaluasi publik.

“Kritik dan saran dari masyarakat adalah energi positif bagi kami. Itu alarm supaya pemerintah tidak lengah. Saya minta ASN jangan baper. Kalau dikritik, jadikan bahan introspeksi,” pungkasnya.