Bekal Matang Jelang Tanah Suci, Bupati Sumedang Ingatkan Calon Jemaah: Jangan Sekadar Hafal Doa, Tapi Pahami Maknanya

Terkini

Sumedang-eltaranews.com.  Persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Sumedang terus dimatangkan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, , menegaskan bahwa pembinaan jemaah haji tahun ini dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek regulasi hingga kesiapan fisik dan mental. Kamis 2/4/2026 dikantor layanan haji dan umroh lingkungan Kemenag Sumedang.

Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji, Peraturan Menteri Haji dan Umroh Nomor 3 Tahun 2025, serta Keputusan Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umroh Nomor 4 Tahun 2026.

Menurut Agus Kepala Pusat Pelayanan Haji dan Umroh terpadu Kabupaten Sumedang , pembinaan ini bertujuan membentuk jemaah yang mandiri dan tangguh, sekaligus memahami seluruh alur perjalanan ibadah haji dari keberangkatan hingga kepulangan.

“Jemaah harus paham regulasi, kondisi di Arab Saudi, serta menjaga kesehatan karena perbedaan iklim. Ini penting agar ibadah berjalan lancar,” ujarnya.

Tahun ini, jumlah jemaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) mencapai 95 orang, terdiri dari 93 jemaah reguler dan 2 petugas. Dari jumlah tersebut, 44 jemaah laki-laki dan 49 perempuan. Jemaah termuda berusia 17 tahun, sementara yang tertua mencapai 87 tahun.

Namun, terdapat penurunan jumlah jemaah lansia dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan 23 orang meninggal dunia dan 10 lainnya tidak memenuhi syarat, termasuk belum melunasi biaya haji.

Untuk keberangkatan, jemaah asal Sumedang akan bergabung dengan beberapa daerah lain seperti Kabupaten Bandung Barat, Tasikmalaya, Majalengka, dan Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, , dalam sambutannya memberikan pesan yang lebih menyentuh aspek spiritual.

Ia mengingatkan para calon jemaah agar mensyukuri kesempatan berangkat ke Tanah Suci, mengingat tidak semua orang mendapatkan panggilan tersebut.

“Banyak yang ingin berangkat, tapi belum dipanggil. Maka yang tahun ini berangkat harus benar-benar bersyukur,” katanya.

Dony juga menekankan pentingnya persiapan menyeluruh, tidak hanya fisik, tetapi juga ilmu dan mental. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya saat berhaji pada tahun 2006.

Menurutnya, salah satu kesalahan umum jemaah adalah hanya menghafal doa tanpa memahami maknanya.

“Jangan hanya hafal bacaan tawaf dan sai, tapi pahami artinya. Kalau paham, ibadahnya akan lebih terasa dan khusyuk,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran selama perjalanan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Dengan pembinaan yang matang dan koordinasi yang solid antar petugas dan jemaah, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

Bahaep