Sumedang – eltaranews.com. Siapa sangka, sensasi memetik anggur segar ala kebun modern kini bisa dinikmati langsung di Kecamatan Tomo. Tepatnya di Desa Karyamukti, Kelompok Wanita Tani (KWT) Jatiputri berhasil menghadirkan greenhouse anggur yang produktif sekaligus menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
Di bawah naungan greenhouse sederhana namun tertata rapi, berbagai jenis anggur tumbuh subur. Salah satunya varietas “Baikonur” yang menjadi unggulan. Pengunjung bahkan diperbolehkan memetik langsung buah anggur dari pohonnya, dengan harga terjangkau mulai dari Rp120.000.
Keberhasilan budidaya anggur ini tidak lepas dari inovasi pemanfaatan air dari sungai yang dipompa menggunakan listrik, sehingga kebutuhan irigasi tetap terjaga meski di musim kemarau. Sistem ini menjadi solusi efektif bagi pertanian modern skala desa.
Ketua KWT Jatiputri, Ibu Juju, menjelaskan bahwa selain anggur, kelompoknya juga mulai mengembangkan rencana pertanian hidroponik untuk memperluas jenis komoditas yang dihasilkan.
“Kedepan, kami ingin tidak hanya anggur, tapi juga sayuran dan buah lainnya dengan sistem hidroponik,” ujarnya.
Tak hanya berhenti sebagai kebun produksi, KWT Jatiputri juga diarahkan menjadi pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Buah anggur dan hasil pertanian lainnya direncanakan akan menjadi bagian dari suplai kebutuhan dapur MBG di wilayah Tomo dan sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, memberikan apresiasi atas inisiatif dan inovasi yang dilakukan KWT Jatiputri.
“Ini contoh nyata bagaimana masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, mampu berinovasi dan menghadirkan pertanian modern bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendorong penguatan kelembagaan KWT, termasuk dalam hal akses permodalan, sarana produksi, hingga pemasaran.
“Kami akan dorong agar KWT seperti Jatiputri ini bisa menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini peluang besar, karena kebutuhan sayur dan buah sangat tinggi dan harus dipenuhi dari produk lokal,” tambahnya.
Dukungan dari pemerintah kecamatan pun terus mengalir, mulai dari bantuan sarana produksi hingga dorongan pemasaran agar produk KWT semakin dikenal luas.
Dengan inovasi, semangat gotong royong, dan dukungan berbagai pihak, KWT Jatiputri Desa Karyamukti membuktikan bahwa desa mampu menjadi pusat pertanian modern sekaligus destinasi wisata edukasi yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang.
