SUMEDANG – eltaranews.com. Keraton Sumedang Larang memberikan penghargaan kepada budayawan senior Raden Aik Rukmini Kastubi binti Raden Martawisastra atas dedikasi dan kontribusinya dalam melestarikan budaya Sunda, khususnya budaya Sumedang Larang.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pemangku Adat Keraton Sumedang Larang, Yang Mulia Sri Radya Raden Haji Lukman Suria Kusumah, dan diterima oleh putri sulung Raden Aik Rukmini, Kastini, karena sang budayawan tidak dapat hadir akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, Rabu 3/6/2026.

“Dikarenakan kondisi kesehatan beliau, dokter tidak mengizinkan beliau menjalani perjalanan jauh. Oleh karena itu, saya mewakili ibunda untuk menerima piagam penghargaan ini,” ujar Kastini saat menyampaikan sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Raden Aik Rukmini turut hadir, termasuk sejumlah anak, cucu, keponakan dan kerabat dari garis keturunan Raden Martawisastra. Mereka menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Keraton Sumedang Larang.
Kastini mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan sang ibu dalam menjaga dan melestarikan budaya Sumedang Larang.
“Harapan kami, generasi berikutnya dapat meneruskan dan melestarikan kebudayaan Sumedang Larang sebagaimana yang selama ini telah dilakukan oleh ibu kami,” katanya.
Sementara itu, putri kesembilan Raden Aik Rukmini, Ariyani Kartiningsih Kastubi,

mengungkapkan kebanggaannya terhadap kiprah sang ibu yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Salah satunya ketika terlibat dalam penyambutan Ratu Elizabeth II pada tahun 1974 dengan memperkenalkan busana dan mahkota khas Sumedang Larang.
“Beliau memperkenalkan budaya Sunda dan Sumedang Larang melalui busana pengantin yang menggunakan mahkota Binokasih. Kami bahkan pernah mengirimkan dokumentasi kegiatan tersebut ke Inggris dan menerima balasan dari pihak Kerajaan yang menyatakan Ratu masih mengingat acara tersebut,” ungkapnya.
Ketua Kementerian Budaya Keraton Sumedang Larang, Fethi, menyebut Raden Aik Rukmini merupakan sosok yang memiliki jasa besar dalam pelestarian budaya dan tata rias pengantin khas Sumedang Larang.
Menurutnya, Raden Aik Rukmini tidak hanya aktif memperkenalkan mahkota Binokasih kepada masyarakat luas, tetapi juga berperan dalam reproduksi berbagai busana dan atribut budaya yang kini masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan kesenian.
“Beliau adalah budayawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk budaya Sumedang Larang. Kiprahnya menjadi motivasi bagi generasi penerus agar terus menjaga warisan leluhur,” ujar Fethi.
Acara penghargaan berlangsung penuh kekeluargaan dan dihadiri tokoh budaya, keluarga besar penerima penghargaan, serta perwakilan komunitas pelestari budaya Sunda dari berbagai daerah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Keraton Sumedang Larang terhadap dedikasi panjang Raden Aik Rukmini Kastubi dalam menjaga eksistensi budaya dan tradisi Sunda di tengah perkembangan zaman.
(Bahaep)
