Kades Cijambe E. Takhyar S. Iskandar Siap Maju Kembali pada Pilkades

Politik Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Kepala Desa Cijambe, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, E. Takhyar S. Iskandar menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Kantor Desa Cijambe, Jumat (19/6/2026).

Menurut E. Takhyar, keinginannya maju kembali didorong oleh tekad untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau diberikan kepercayaan kembali oleh masyarakat, saya ingin melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan dan terus meningkatkan pelayanan kepada warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai kepala desa, sejumlah pembangunan infrastruktur telah berhasil direalisasikan, di antaranya pembangunan jalan lingkungan, peningkatan akses air bersih, serta berbagai program pelayanan masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, beberapa program yang menjadi kebutuhan masyarakat sudah bisa dilaksanakan, seperti pembangunan jalan dan sarana pendukung lainnya,” katanya.

Ke depan, E. Takhyar memiliki visi untuk mengembangkan potensi wisata desa sejalan dengan program Kabupaten Sumedang sebagai daerah tujuan wisata. Salah satu rencana yang akan dikembangkan adalah kawasan wisata di tanah kas desa, wisata pertanian, serta bumi perkemahan (buper).

“Sekarang Sumedang sedang mengembangkan sektor pariwisata. Desa Cijambe juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata desa dan wisata pertanian,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan berbagai program pembangunan. Karena itu, pihaknya terus berupaya mengajukan bantuan dan dukungan anggaran kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, E. Takhyar juga menyoroti pembangunan Bendungan Rengrang yang hingga kini masih menuai berbagai keluhan dari masyarakat terdampak.

Menurutnya, tujuan utama pembangunan proyek strategis tersebut seharusnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di lapangan masih terdapat sejumlah persoalan yang dirasakan warga, terutama terkait dampak terhadap lahan pertanian dan sumber pengairan.

“Harapan kami, pembangunan ini benar-benar sesuai dengan tujuan pemerintah, yaitu menyejahterakan masyarakat. Warga yang terdampak juga perlu mendapatkan perhatian dan solusi yang jelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini masih ada warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses air untuk lahan pertanian akibat dampak pembangunan bendungan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan solusi yang konkret.

“Kalau ada warga yang kehilangan akses pengairan, paling tidak harus ada fasilitas atau bantuan yang bisa membantu mereka tetap menggarap sawahnya,” pungkasnya.

Dengan berbagai program yang telah dan akan dijalankan, E. Takhyar berharap masyarakat Desa Cijambe dapat terus mendukung pembangunan desa demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

(Bahaep)