Bupati Dony Resmikan Madrasah Ponpes Miftahus Sa’adah, Pemkab Sumedang Siapkan Bantuan Rp50 Juta

Agama Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri kegiatan Akhirusannah sekaligus meresmikan Madrasah Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah yang berlokasi di Desa Bantarmara, Kecamatan Cisarua, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membina umat, memperkuat akhlak masyarakat, serta mendidik generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat dan berakhlakul karimah.
“Pesantren hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Di tempat inilah anak-anak kita dididik akhlaknya, diperkuat ilmu agamanya, belajar mengaji, serta dibentuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah,” ujar Dony.
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah, Dede Ahmad Faqih, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati Sumedang di lingkungan pesantrennya. Ia mengungkapkan adanya hubungan emosional antara keluarga pesantren dengan Bupati Dony karena dirinya bersama sang istri pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Buruj.
Dede menjelaskan, Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah didirikan pada tahun 1986 oleh almarhum K.H. Ubir Yahya Sukmana. Selama proses pembangunan hingga tahun 2019, sekitar 90 persen pembangunan pesantren dilakukan secara mandiri menggunakan biaya keluarga pendiri, sedangkan sisanya berasal dari bantuan para dermawan.
“Karena dibangun sedikit demi sedikit sesuai kemampuan, bentuk bangunan pesantren berkembang secara bertahap. Namun kami meyakini semua ini menjadi bagian dari keberkahan perjuangan para pendiri sehingga pesantren tetap berdiri, berkembang, dan diterima masyarakat,” katanya.
Sebagai upaya pengembangan pendidikan, dua tahun terakhir Ponpes Miftahus Sa’adah telah mendirikan SMP Plus Miftahus Sa’adah yang kini telah memiliki izin operasional dan mulai menerima angkatan ketiga. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana membuat pesantren belum mampu menampung seluruh calon santri yang ingin belajar. Saat ini kapasitas penerimaan santri baru masih terbatas sekitar 15 orang setiap tahun.
Bupati Dony mengapresiasi semangat kemandirian yang menjadi ciri khas perjalanan pesantren tersebut. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan secara bertahap dengan penuh keikhlasan dan istiqamah merupakan teladan yang patut dipertahankan.
“Ini menjadi contoh bagaimana sebuah pesantren dibangun sedikit demi sedikit dengan penuh keistiqamahan dan pengabdian. Dengan kemandirian, keberkahan akan semakin besar. Selama kita memiliki keinginan dan niat yang baik, insyaallah Allah akan memberikan jalan. Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” tuturnya.
Bupati juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian yang seimbang antara pendidikan umum dan pendidikan agama bagi anak-anak. Menurutnya, pendidikan agama menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang saleh, salehah, dan berkarakter.
Selain itu, Dony menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus mendukung kemajuan pendidikan keagamaan melalui berbagai program, seperti insentif guru ngaji, bantuan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berencana mengalokasikan bantuan sebesar Rp50 juta melalui Perubahan APBD Kabupaten Sumedang untuk membantu peningkatan sarana dan prasarana pesantren.
Di akhir sambutannya, Bupati Dony berharap semangat kemandirian yang telah ditunjukkan Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.
“Pesantren harus terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta menjadi sumber keberkahan bagi umat dan daerah,” pungkasnya