SUMEDANG – eltaranews.com. Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) M. Andi Lesmana bersama jajaran pengurus resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Sumedang, Minggu (26/7/2026). Pelantikan tersebut dipimpin setelah hampir satu tahun DKS menjalankan tugas dan fungsinya sejak terbentuk melalui surat keputusan.

Dalam sambutannya, Andi Lesmana menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai pusat peradaban Sunda. Hal itu diperkuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2023, serta program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang periode 2025–2030.
“Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi menjadi kekuatan strategis dalam membangun masa depan daerah. Kebudayaan harus hadir dalam setiap kebijakan publik, perilaku aparatur pemerintah, ruang-ruang pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Andi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, DKS menetapkan lima misi utama, yakni memperkuat inventarisasi dan kurasi 11 objek pemajuan kebudayaan, meningkatkan perlindungan terhadap objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya, mengembangkan ekosistem kebudayaan melalui berbagai program, mendorong pemanfaatan budaya sebagai sumber pendidikan, penguatan karakter dan ekonomi masyarakat, serta memperkuat pembinaan lembaga, paguyuban budaya kecamatan, dan komunitas budaya sebagai ujung tombak pelestarian budaya.
Andi juga mengungkapkan bahwa meskipun baru resmi dilantik, selama hampir satu tahun terakhir DKS telah aktif menjalankan fungsi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Beberapa capaian yang telah dilakukan di antaranya ikut menyusun Peraturan Bupati Sumedang Nomor 7 Tahun 2026 tentang Lembaga Kebudayaan, memberikan rekomendasi dalam penyusunan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pakaian Dinas, memberikan masukan mengenai tata ruang, tata bangunan, dan arsitektur kawasan budaya, hingga berkontribusi dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Pemajuan Kebudayaan.
Selain itu, DKS juga dipercaya memberikan masukan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait efektivitas Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah sebagai upaya memperkuat pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Dewan Kebudayaan Sumedang yang telah resmi dilantik. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan budaya Sunda.
Menurut Dony, keberadaan DKS memiliki peran strategis di tengah perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Karena itu, budaya harus tetap menjadi identitas yang mampu membimbing masyarakat menghadapi perubahan zaman.
“Belajar dari masa lalu, memahami kondisi saat ini, dan mempersiapkan masa depan. Itulah yang harus dilakukan agar budaya Sumedang tetap hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi langkah DKS yang telah menyusun berbagai regulasi dan rencana strategis lima tahunan sebagai landasan kerja organisasi. Ia meminta seluruh pengurus menjalankan program secara terukur dengan target, indikator kinerja, dan sasaran yang jelas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pelantikan pengurus Dewan Kebudayaan Sumedang periode 2025–2030 diharapkan menjadi momentum memperkuat implementasi Sumedang Puseur Budaya Sunda, sekaligus memperkokoh pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
(Bahaep)
