SUMEDANG – eltaranews.com. Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sumedang, di antaranya Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah persoalan strategis MAN IC Sumedang menjadi perhatian, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga pendidik, status kelembagaan, akses jalan, hingga kebutuhan masjid bagi para siswa.
Dijelaskan bahwa pembangunan sejumlah fasilitas MAN IC Sumedang saat ini terus dikebut. Pembangunan asrama tiga lantai dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen, sementara sejumlah fasilitas lainnya sudah mencapai progres 100 persen.
Selain asrama, pemerintah juga menyiapkan sejumlah rumah dinas untuk mendukung kebutuhan tenaga pendidik dan peserta didik. Dari sekitar 40 unit rumah yang tersedia, sebanyak 23 unit direncanakan digunakan sebagai hunian guru dan tenaga kependidikan, sedangkan 17 unit sementara dimanfaatkan sebagai asrama tambahan karena masih terdapat kekurangan kapasitas asrama.
Rumah-rumah tersebut nantinya dilengkapi fasilitas dasar, termasuk tempat tidur, meja, jaringan listrik 2.200 watt, kamar, ruang keluarga, kamar mandi, dapur, serta area parkir.
Pengembangan fasilitas MAN IC Sumedang juga mencakup pembangunan ruang kelas baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah ruang kelas ditargetkan semakin mencukupi kebutuhan sekitar 180 peserta didik. Setiap ruang kelas juga direncanakan dilengkapi pendingin ruangan dan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Namun, selain pembangunan fisik, persoalan aksesibilitas menjadi perhatian penting. Jalan dari jalan utama menuju lokasi MAN IC Sumedang yang diperkirakan berjarak sekitar 3–5 kilometer dinilai perlu segera diperbaiki dan diperkuat.
Kebutuhan lain yang menjadi sorotan adalah pembangunan masjid. Hingga saat ini, fasilitas ibadah tersebut belum tersedia di kawasan MAN IC Sumedang.
Dorong Status MAN IC Sumedang Segera Mandiri
Perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Barat menjelaskan bahwa keberadaan MAN IC di Jawa Barat menjadi kebutuhan strategis mengingat besarnya jumlah penduduk dan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah unggulan.
MAN IC Sumedang saat ini masih berstatus filial dari MAN IC Serpong. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah aspek kelembagaan, termasuk pengelolaan anggaran dan ketersediaan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.
Karena itu, Kanwil Kemenag Jawa Barat terus mendorong agar MAN IC Sumedang segera mendapatkan izin operasional tersendiri serta menjadi satuan kerja (satker) mandiri.
Dengan status tersebut, diharapkan pengelolaan pendidikan, anggaran, serta kebutuhan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih optimal.
Saat ini kebutuhan tenaga pendidik juga masih menjadi salah satu persoalan yang harus segera diselesaikan. Rekrutmen tenaga pendidik masih dilakukan dengan skema bantuan karena MAN IC Sumedang belum sepenuhnya berdiri sebagai satuan kerja mandiri.
Komisi VIII Minta Penyelesaian Jangan Ditunda
Anggota Komisi VIII DPR RI, K.H. Imanul Haq, menegaskan bahwa penyelesaian MAN IC Sumedang tidak bisa terus ditunda. Menurutnya, pembangunan fasilitas harus segera dituntaskan agar para siswa dapat menempati kampus sendiri.
“Kita ingin mengerjakan MAN IC ini lebih lanjut, terutama soal lahan. Kami menguatkan dan berterima kasih ketika Kementerian Agama, Pemda, dan Pemprov terus mengupayakan agar pembebasan lahan dipercepat,” ujar Imanul Haq.
Ia menjelaskan, MAN IC Sumedang kini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, memasuki tahun keempat, berbagai sarana utama harus sudah tersedia, termasuk ruang kelas, tempat tinggal tenaga pendidik, masjid, dan akses jalan.
“Makanya kita meminta kepada Pemprov dan melalui Pemda Kabupaten Sumedang agar jalan itu didahulukan,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Imanul Haq juga menyoroti kebutuhan tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas guru menjadi kunci utama dalam menjaga mutu pendidikan MAN IC Sumedang.
Ia berharap Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama segera melakukan proses pengadaan atau rekrutmen tenaga pendidik yang berkualitas, termasuk dengan menjaring guru-guru terbaik dari Jawa Barat.
Siswa Diharapkan Segera Pindah ke Kampus Sumedang
Selama pembangunan kampus permanen belum selesai, kegiatan pendidikan MAN IC Sumedang masih berlangsung di fasilitas Asrama Haji Bekasi.
Kondisi tersebut dinilai tidak ideal karena siswa sudah cukup lama menempati fasilitas tersebut. Selain itu, terdapat permintaan dari pihak pengelola Asrama Haji agar lokasi tersebut segera dikosongkan.
“Kita sudah tidak mungkin untuk menunda lagi penyelesaian ini. Siswa-siswi sudah terlalu banyak bertanya kenapa mereka masih ditempatkan di Asrama Haji,” ungkap Imanul Haq.
Karena itu, Komisi VIII DPR RI mendorong seluruh pihak terkait, baik Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Sumedang, untuk mempercepat penyelesaian seluruh kebutuhan MAN IC Sumedang.
Dengan percepatan tersebut, diharapkan pada tahun ajaran baru tahun depan seluruh siswa MAN IC Sumedang sudah dapat menempati kampus permanen dengan fasilitas pendidikan yang lebih representatif.
(Bahaep)
