SUMEDANG – eltaranews com. Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Forkopimda membahas sejumlah isu strategis dalam Rapat Koordinasi Forkopimda di Ruang Rapat Bupati, PPS Sumedang, Senin (7/9/2026).
Tiga agenda utama menjadi perhatian, yakni percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), antisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, serta lonjakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dandim 0610 Sumedang Kusuma Ardianto melaporkan, sebanyak 60 titik KDMP telah rampung 100 persen, sementara sekitar 30 titik lainnya progresnya di atas 70 persen. Dari 56 titik yang telah didorong mendapat sarana pendukung, 20 KDMP dinyatakan siap beroperasi.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan KDMP harus menjadi bagian dari rantai pasok dan offtaker hasil pertanian, perkebunan serta UMKM desa, bukan menjadi pesaing usaha masyarakat.
Terkait potensi abu vulkanik, Pemkab Sumedang menyiapkan pemantauan kualitas udara di sejumlah lokasi, termasuk PPS, Jembatan Timbang dan Kawasan Industri Tomo. Masyarakat diminta tetap tenang, namun menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Sementara itu, Karhutla mengalami lonjakan tajam. Hingga 6 September 2026 tercatat 203 kejadian, terdiri dari 143 kebakaran hutan dan lahan serta 60 kejadian non-hutan. Angka tersebut meningkat hampir 99 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 104 kejadian.
Bupati Dony meminta pencegahan diperkuat melalui edukasi, patroli kawasan rawan, pemanfaatan drone, serta koordinasi BPBD, TNI, Polri, Perhutani hingga pemerintah desa.
“Edukasi kepada masyarakat akan lebih dimasifkan, terutama agar tidak membuang puntung rokok dan membakar lahan sembarangan,” tegas Dony.
Sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan, Pemkab Sumedang juga akan melaksanakan Salat Istisqa pada Selasa (8/9/2026) pukul 08.00 WIB di Lapang PPS Sumedang.
(Red)
