SUMEDANG – eltaranews.com. Calon Kepala Desa Paseh Kidul kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang nomor urut 1, Ayi Ruchiyat, SE, memaparkan sejumlah gagasan yang akan menjadi prioritas apabila dipercaya masyarakat memimpin Desa Paseh Kidul.
Salah satu perhatian utamanya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Menurut Ayi, saat ini Desa Paseh Kidul belum memiliki sumber PAD yang optimal, sementara potensi aset dan sumber daya yang ada masih perlu digali dan dikelola secara maksimal.
Ia menyebut, salah satu aset yang dapat dikembangkan adalah tanah kas desa. Meski luas dan lokasinya tersebar, aset tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan desa.
“Karena kita punya lahan, harus dipikirkan modelnya seperti apa dan bagaimana memberdayakannya supaya bisa menghasilkan,” ujar Ayi.
Selain optimalisasi aset, Ayi juga menaruh perhatian pada pengembangan BUMDes. Ia berharap BUMDes ke depan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi Paseh Kidul.
Menurutnya, peluang pengembangan usaha juga dapat diarahkan pada sektor jasa, perdagangan maupun pemberdayaan UMKM masyarakat.
Ayi juga melihat keberadaan lapangan desa sebagai salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan. Kegiatan pasar dadakan yang selama ini berlangsung setiap Minggu pagi, misalnya, dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih tertata.
“Pasar dadakan setiap minggu pagi di lapang itu salah satunya. Ke depan tidak menutup kemungkinan bisa diperkuat dan dikembangkan sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Tak hanya PAD, Ayi menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Ia menilai pemerintah desa harus lebih responsif terhadap aspirasi dan keluhan warga.
Menurutnya, setiap masyarakat yang menyampaikan persoalan harus didengar dan diberikan penjelasan secara jelas, meskipun tidak semua permintaan dapat direalisasikan.
“Kalau memang tidak bisa, harus dijelaskan secara detail. Intinya masyarakat harus didengar,” tegasnya.
Di sektor pertanian, Ayi menilai persoalan pengairan sawah menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Meski sebagian warga bekerja sebagai pedagang, sektor pertanian tetap menjadi salah satu ujung tombak perekonomian Desa Paseh Kidul.
Karena itu, peningkatan debit dan sarana pengairan dinilai perlu menjadi perhatian agar produktivitas pertanian masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Di bidang pembangunan, Ayi juga menyatakan pentingnya melihat kebutuhan masyarakat secara realistis. Ia tidak hanya ingin mengejar pembangunan fisik, tetapi memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Sementara di sektor pendidikan, ia lebih menekankan pada peningkatan kualitas masyarakat dan fasilitas pendidikan yang sudah ada. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan baru harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan desa.
Untuk sektor wisata, Ayi melihat masih ada peluang yang dapat digali sebagai sumber ekonomi baru. Potensi yang ada akan dipetakan dan dikembangkan secara bertahap apabila memungkinkan.
“Intinya bagaimana potensi yang ada di Paseh Kidul bisa dikembangkan, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD,” pungkasnya.
Dengan sejumlah gagasan tersebut, Ayi Ruchiyat membawa visi pengelolaan desa yang bertumpu pada optimalisasi aset, penguatan BUMDes, peningkatan pelayanan publik, pengembangan UMKM, penguatan pertanian serta penciptaan sumber-sumber PAD baru.
