Sumedang – eltaranews.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumedang atau Smansa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 di halaman kampus SMAN 1 Sumedang, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bersama jajaran sekolah, para wakil kepala sekolah, guru, karyawan serta para siswa SMAN 1 Sumedang.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang SMAN 1 Sumedang yang telah memasuki usia 68 tahun. Menurutnya, momentum ulang tahun sekolah bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan, perjuangan dan cita-cita besar yang telah dibangun oleh sekolah tersebut.
“Selamat ulang tahun SMAN 1 Sumedang yang ke-68. Semoga Smansa semakin maju, semakin berprestasi, semakin berkarakter dan semakin banyak melahirkan generasi terbaik untuk Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, bahkan untuk dunia,” ujar Dony.
Dony berpesan kepada para siswa agar terus belajar dan mengejar prestasi. Namun, ia menekankan bahwa ilmu dan prestasi harus berjalan seiring dengan adab serta kerendahan hati.
“Belajar menjadikan kita mendapatkan ilmu, tapi tetap harus punya adab. Teruslah belajar, teruslah berprestasi, tetapi ingat, prestasi jangan membuat kita sombong. Punya prestasi harus tetap rendah hati,” katanya.
Ia juga meminta para siswa memiliki cita-cita tinggi serta tidak melupakan jasa guru dan orang tua ketika kelak meraih keberhasilan.
Menurut Dony, sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang bagi siswa untuk menemukan jati diri, membangun pengalaman, memperluas jaringan dan membentuk karakter.
“Jadikan sekolah ini tempat untuk menemukan siapa diri kita dan untuk apa kita hidup. Di sinilah kita mendapatkan pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan yang lebih penting adalah integritas dan karakter,” tuturnya.
Dony kemudian menyampaikan empat hal yang menurutnya penting dimiliki generasi muda untuk meraih kesuksesan, yakni pengetahuan, pengalaman, jaringan dan integritas.
Pengetahuan, kata dia, dapat diperoleh melalui proses belajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Para siswa juga didorong aktif mengikuti diskusi dan organisasi untuk memperkaya pengalaman.
“Kalau mau sukses, pertama harus punya pengetahuan. Caranya belajar, belajar dan belajar. Kedua harus punya pengalaman. Ketiga harus punya jaringan. Jaringan itu sangat berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Sedangkan yang paling penting sebagai fondasi, lanjut Dony, adalah integritas. Ia menekankan pentingnya kejujuran karena reputasi seseorang sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilakunya.
“Yang paling penting fondasinya adalah integritas. Harus jujur. Kalau jujur akan dipercaya dan dipakai orang. Kalau sekali tidak jujur, reputasi buruk itu akan terus dicatat. Karena itu, jaga kejujuran,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dony juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi.
Ia meminta generasi muda meningkatkan literasi, khususnya literasi digital, serta tidak mudah membagikan informasi, memberikan komentar maupun menarik kesimpulan terhadap suatu persoalan yang belum diketahui kebenarannya.
“Jangan mudah men-share, jangan mudah mengomentari. Kalau kita belum yakin, belum melihat langsung, jangan terlalu cepat menyimpulkan. Jangan terlalu mudah memvonis, apalagi menghakimi dan menghukum,” katanya.
Menurut Dony, informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan dampak luas. Karena itu, setiap orang perlu mampu mengendalikan diri sebelum menyampaikan sesuatu di ruang publik maupun media sosial.
“Kalau kita tidak menyaksikan langsung, kita tidak boleh mudah menyimpulkan. Ingat, akibat hal seperti itu dampaknya bisa ke mana-mana,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-68 SMAN 1 Sumedang tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh keluarga besar sekolah dalam meningkatkan prestasi, membangun karakter serta mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi daerah, bangsa dan negara.
(Bahaep)
