*Bupati Dony Buka Audiensi HDDAP, Dorong Mangga Sumedang Tembus Pasar Ekspor Jepang*

Terkini

Sumedang-eltaranews.com. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membuka Audiensi Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) dalam rangka koordinasi pengembangan hortikultura di Kabupaten Sumedang, bertempat di Aula Tampomas PPS, Kamis (09/04/2026).

Bupati Dony menyampaikan Kabupaten Sumedang merupakan satu satunya Kabupaten di Jawa Barat yang mendapatkan program dan bantuan HDDAP dari pemerintah pusat.

“Untuk itu, kita harus mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mensukseskan program ini. Jika berhasil, saya yakin kepercayaan dari pemberi bantuan akan semakin meningkat kepada kita,” ujarnya.

Dony menambahkan, sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ekonomi daerah, khususnya di wilayah lahan kering.

“Program HDDAP ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi hortikultura di Sumedang, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani,” ujar Dony.

Bupati Dony menegaskan pengembangan dilakukan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari perlindungan tanaman, penyediaan benih, penguatan klaster buah, hingga pembangunan infrastruktur sarana irigasi.

“Terdapat dua pendekatan utama dalam pengembangan mangga, yaitu intensifikasi untuk meningkatkan kualitas kebun yang sudah ada serta ekstensifikasi untuk perluasan lahan guna meningkatkan produksi,” jelasnya.

Bupati Dony menambahkan, mangga Gedong Sumedang memiliki potensi besar untuk pasar ekspor, termasuk ke Jepang yang peluangnya semakin terbuka.

“Kami berharap kualitas dan kuantitas produksi mangga Sumedang terus meningkat sehingga mampu menembus pasar ekspor dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Fausiah T. Ladja, SP., M.Si menyampaikan bahwa Program HDDAP merupakan bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing hortikultura, khususnya di lahan kering.

“Melalui program HDDAP, kami mendorong pengembangan hortikultura yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sumedang sendiri mendapatkan alokasi pengembangan komoditas mangga dan cabai.

Untuk mangga, pengembangan dilakukan di Kecamatan Jatigede seluas 280,91 hektare, Kecamatan Tomo seluas 48,89 hektare, dan Kecamatan Ujungjaya seluas 34 hektare, dengan total 363,8 hektare.

“Sementara komoditas cabai dikembangkan di Kecamatan Pamulihan seluas 124,29 hektare, Tanjungsari 109,62 hektare, Sukasari 28,75 hektare, dan Rancakalong 17,5 hektare, dengan total luasan 280,16 hektare,”ujarnya.

Ia juga menambahkan Program HDDAP sendiri dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2027, dengan fokus pelaksanaan pada tahun 2026.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang kuat antar seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan pengembangan hortikultura di Kabupaten Sumedang,”pungkasnya.