Efisiensi Energi Jadi Sorotan, Pemkab Sumedang Terapkan WFH dan Batasi Kendaraan Dinas

Terkini

Sumedang – eltaranews.com.  Isu efisiensi energi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumedang. Hal ini mengemuka dalam apel pagi gabungan ASN di lingkup Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) yang dipimpin Sekretaris Daerah Sumedang, , Senin (6/4/2026).

Di hadapan para kepala perangkat daerah, pejabat struktural, ASN, hingga peserta PKL, Sekda menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi krisis energi global yang tengah melanda berbagai negara.

“Dampaknya sangat luas, termasuk potensi kenaikan harga BBM yang akan berpengaruh ke semua sektor,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, seluruh ASN diminta mulai menerapkan pola hidup hemat energi, baik di kantor maupun di rumah. Mulai dari hal sederhana seperti mematikan lampu saat ruangan cukup terang, menggunakan AC secara bijak, hingga memastikan tidak ada kebocoran air.

“Hal kecil kalau dilakukan bersama akan berdampak besar,” tegasnya.

Tak hanya imbauan, Pemkab Sumedang juga menyiapkan kebijakan strategis. Salah satunya penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN eselon IV ke bawah guna menekan mobilitas dan konsumsi bahan bakar.

Selain itu, penggunaan kendaraan dinas akan dibatasi hingga 50 persen setiap harinya dengan sistem bergiliran.

“Ini untuk menekan konsumsi BBM, jadi harus disiplin dalam pengaturannya,” tambahnya.

PPS Disiapkan Jadi Ruang Publik Modern

Dalam kesempatan yang sama, Sekda juga menegaskan bahwa kawasan PPS ke depan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

“PPS akan menjadi ruang interaksi publik. Kebersihan, ketertiban, dan keindahannya harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas pun terus dilengkapi. Jogging track sudah bisa dimanfaatkan masyarakat, sementara lapangan mini soccer dijadwalkan diresmikan pada 15 April mendatang dalam rangka Hari Jadi Sumedang.

Fasilitas lain seperti lapangan voli tengah dipersiapkan, disusul rencana pembangunan lapangan basket dan open library sebagai sarana edukasi dan rekreasi.

Penataan kawasan juga mencakup pengaturan aktivitas UMKM agar tetap tertib serta inovasi pemanfaatan lingkungan, termasuk rencana penebaran ikan di area selokan untuk memperindah kawasan.

“Semua potensi ruang kita manfaatkan agar PPS ini hidup, tapi tetap tertib,” katanya.

Sekda pun menekankan pentingnya peran ASN sebagai teladan dalam menjaga fasilitas dan lingkungan.

“Kalau ingin PPS nyaman, kita harus jadi contoh terlebih dahulu,” pungkasnya.