Papua-eltaranews.com. Mentari pagi perlahan merekah menyinari Kampung Arwanop. Di tengah cuaca yang terik dan segala keterbatasan, semangat anak-anak Kampung Arwanop untuk menimba ilmu tetap menyala tanpa padam. Arwanop (03/02/2026)
Bertempat di SD Inpres Arwanop, delapan personel Satgas Pamobvitnas PT. Freeport Indonesia dari Pos Arwanop yang dipimpin oleh Sertu Familiyan Meiko selaku Wadanpos hadir untuk berbagi ilmu sekaligus menebarkan keceriaan kepada para siswa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian prajurit terhadap dunia pendidikan di wilayah penugasan.
Di sela tugas pengamanan sektor terluar PT. Freeport Indonesia, para personel tetap menyempatkan diri memberikan pelajaran Matematika, IPA, serta menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan Bela Negara. Tidak hanya transfer ilmu, kehadiran mereka juga menjadi suntikan motivasi bagi anak-anak untuk terus berani bermimpi dan berjuang meraih cita-cita.
Raut wajah penuh rasa ingin tahu terpancar dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Guru-guru pun menyambut hangat kehadiran prajurit di tengah-tengah mereka.
“Tak ada kata terlambat bagi siapa pun yang memiliki kemauan untuk terus belajar di tengah keterbatasan. Semangat anak-anak di sini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir dan mendukung mereka,” ujar Sertu Familiyan Meiko.
Sementara itu, Danpos Arwanop menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen prajurit untuk selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya hadir untuk melaksanakan tugas pengamanan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari solusi dan harapan bagi generasi muda di Arwanop. Pendidikan adalah fondasi masa depan mereka,” ungkapnya.
Ucapan apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat a.n Lodofikus Arman.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun semangat belajar anak-anak kami,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Dansatgas Pamobvitnas PT. Freeport Indonesia Yonif 301/PKS Letkol Inf Arie Tetuko S.I.P., M.I.P. menegaskan bahwa kegiatan pembinaan teritorial seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Prajurit harus mampu menjadi pelindung sekaligus pengayom masyarakat. Melalui pendidikan, kita menanamkan nilai luhur, cinta tanah air, dan karakter kebangsaan kepada generasi penerus bangsa. Inilah makna pengabdian yang sesungguhnya,” tegas Dansatgas.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan ilmu yang diberikan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tertanam sebagai nilai luhur yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, demi masa depan Arwanop yang lebih cerah.
