Program makan bergizi gratis yang baru baru ini diluncurkan Pemerintahan Presiden PRABOWO konon bertujuan guna peningkatan gizi bagi masyarakat Pelajar
yang akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan generasi penerus bangsa ini. Sayangnya program yang dibuat dengan seindah itu tidak didukung oleh gerombolan aparatus penyelenggara negara lainnya, akibatnya program yang kabarnya menelan biaya 335 Trilyun rupiah ini hanya jadi ajang bancakan mahluk mahluk serakah penyelengara negara yang setiap saat mencari kesempatan menggorok keuangan negara melalui berbagai program pemerintah.
Bagaimana mungkin dapat dikatakan makanan bergizi pada kenyataan nya makanan basi bahkan mengakibatkan keracunan diberbagai pelosok nusantara ini. Sebagian besar Rumah Sakit Umum di seluruh penjuru negeri ini penuh dengan siswa korban keracunan makanan akibat mengkonsumsi BGN. Entah ada kesengajaan atau akibat rebutan dari proyek raksasa ini. namun jelasnya tidak ada pengawasan seperti yang disepakati pada SOP pekerjaan ini. Dinas terkait yang ditunjuk sebagai pengawas dalan kegiatan ini tidak nampak melakukan kegiatannya. Apalagi Pemerintah daerah setempat jangankan melakukan pengawasan bahkan pungsinya hanya sebagai dukun sunat yang membajak anggaran proyek ini.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat “Hurip Medal” saat ditemui Elatara menegaskan jika program pemerintah ini semua bagus dan bertujuan mulia, namun saat ini bahkan jauh sebelumya Indonesia tidak sedang baik baik saja pasalnya nyaris 70% dari pada Penyelengara negara ini tidak mendukung kebikan yang diluncurkan pusat bahkan cenderung menggagalkannya. Eksekutif maupun Yudikatif dalam rangkan melaksanakan penyelenggaraan negara hanya mencari keuntungan semata baik pribadi maupun golongan , sehingga akibatnya program apapun yang dibuat dinegeri ini bukan berhasil dan sukses malah melenceng dari sasaran ” sebab anggaran proyek sudah acak acakan akibat disunat dari berbagai lapisan” kenyataan ini membuktikan jika yang namanya persatuan dan kesatuan bangsa dinegeri ini sudah membias bahkan nyaris hilang sebagian akibat persatuan bangsat bangsat penyelenggara pemerintahan yang tamak dan rakus menggorok anggaran dalam setiap kegiatan penyelenggaraan kepemerintahan.
Bangsa ini sudah jauh melenceng dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 membelok jauh dari palsafah Pancasila dimana rakyat Indonesia saat ini dijajah oleh bangsanya sendiri yang mengatakan dirinya ASN, Dewan Perwakilan Rakyat atau aparatur lainnya . Tujuan Utama sebagaimana diatur dalam undang undang untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat tidak akan pernah terjadi sebab penyelengara Pemerintah lebih mengutamakan kesejahteraan pribadi dan golongan diatas penderitaan rakyat.
Reformasi hanya cerita usang yang gaunnya didengungkan hampir diseluruh pelosok negeri ini, namun buktinya hanya isapan jempol atau tong kososng nyaring bunyinya. Sehebat apapun pemimpin dinegeri ini tak akan mampu berbuat karena jajaran dibawahnya tak hendak mengimbangi kebijakan sang pemimpin. yang ada hanya celaan dan saling menyalahkan diantara para elit politik dan elit elit laiinya. Guna membangun negeri ini tak perlu perlu banget pemimpin yang hebat tapi rasa persatuan dan kesatuan yang erat sejarah telah membuktikan NKRI ini ada berdiri akibat kebersamaan yang kuat , rasa senasib sepeanggungan, mari kita sama sama menyingsingkan lengan baju berfikir dengan nurani yang jernih bersatulah wahai para pemimpin para elit politik sama sama kibat bangun negeri ini dengan satua kesatuan.
