Sumedang-eltaranews.com — Bupati Sumedang membeberkan capaian sekaligus “PR besar” pembangunan daerah saat memberikan sambutan dalam Musrenbang yang digelar di Aula Tampomas IPP Sumedang, Selasa (7/4/2026).

Di hadapan peserta dari unsur pemerintah pusat, provinsi, daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas hingga media, Dony membuka sambutan dengan nada reflektif. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kinerja pemerintahan yang dinilai masih belum maksimal.
“Kami menyadari, penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat masih jauh dari sempurna,” ujarnya.
IPM Tembus 75,50, Sumedang Masuk 3 Besar Jabar
Dalam paparannya, Dony mengungkapkan capaian menggembirakan di sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumedang tahun 2025 mencapai 75,50, naik 0,93 poin dari tahun sebelumnya.
Dengan capaian itu, Sumedang berhasil menempati peringkat 3 kabupaten terbaik di Jawa Barat, di bawah Bekasi dan Kabupaten Bandung. Sementara jika digabung dengan kota, posisinya berada di peringkat 12.
“Ini menunjukkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui capaian tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dari total 1.243.596 jiwa penduduk Sumedang, masih ada ketimpangan dalam distribusi hasil pembangunan.
Kemiskinan Turun, Tapi Belum Menyentuh Semua
Selain IPM, angka kemiskinan juga menunjukkan tren positif. Tahun 2025, angka kemiskinan turun menjadi 8,81%, atau berkurang sekitar 0,29% dari tahun sebelumnya.
Meski begitu, Dony menegaskan bahwa penurunan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan yang merata.
Pendidikan Jadi Sorotan Tajam
Di balik capaian tersebut, sektor pendidikan justru menjadi perhatian serius. Rata-rata lama sekolah di Sumedang masih berada di angka 8,9 tahun, setara kelas 3 SMP.
Bahkan, dalam pengukuran tertentu untuk penduduk usia di atas 15 tahun, rata-rata lama sekolah masih setara tingkat sekolah dasar.
“Ini tantangan besar kita. IPM tinggi, tapi kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Dorong Vokasi, Harus Link and Match
Sebagai solusi, Pemkab Sumedang mendorong penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Konsep link and match dinilai penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja.
Kolaborasi Jadi Kunci
Menutup sambutannya, Dony menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas kontribusi dan kerja sama dalam pembangunan daerah.
Namun ia mengingatkan, tantangan ke depan tidak ringan.
“Capaian ini harus jadi motivasi, bukan alasan untuk berpuas diri. Karena tanpa peningkatan kualitas pendidikan, masa depan Sumedang masih dipertaruhkan,” pungkasnya.
