Sumedang-eltaranews.com. Pasca pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir di Pendopo Induk Pusat Pemerintahan Sumedang beberapa waktu lalu, empat Kepala Desa terpilih melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat kepala desa kepada kepala desa definitif di masing-masing wilayah. Salah satunya berlangsung di Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kamis (8/1/2026), bertempat di Bale Desa Ganeas.

Serah terima jabatan Kepala Desa Ganeas dilakukan dari Pejabat Kepala Desa Sri Sundayani, SE., M.Si kepada Kepala Desa terpilih Suryatna. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan, AP., MM, Plt Camat Ganeas Hj. Ani Septiani, S.KM., MM, unsur BPD, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ganeas Suryatna menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya. Ia berharap amanah yang diberikan masyarakat Desa Ganeas dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan desa.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Semoga amanah ini dapat saya laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan warga Desa Ganeas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan dalam arahannya menekankan bahwa jabatan Kepala Desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan kepemimpinan yang mengayomi dan melindungi masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin desa harus memiliki integritas serta “aura kepemimpinan” yang lahir dari ilmu, etika, dan nilai-nilai keagamaan, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat diterima oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan dana desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. “Jangan sampai menjadi kepala desa hanya karena tergiur dana desa. Setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya. Kolaborasi dan niat baik, lanjut Widodo, menjadi kunci agar pembangunan desa benar-benar membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga.
