Radio Antar Penduduk Indonesia RAPI yang beranggotakan masyarakat penggemar radio komunikasi resmi berdiri di bumi Indonesia sejak tahun 1980 atas prakarsa seorang Perwira Tinggi Militer , Alm Majen pur, Eddy Marzuki Nalapraya , dewasa ini berkembang pesat hingga seluruh pelosok nusantara. Tujan utama berdirinya organisassi ini untuk mempersatukan kesatuan penduduk melalui komunikasi jarak jauh dengan satu kepentingan bersama mempertahankan persatuan dan kesatuan, sebab mereka tidak hanya sebatas berkomnikasi lewat radio melainkan ajang silaurami , antar wilayah , antar daerah bahkan secara nasional pada iven iven tertentu. Bahkan yang sangat unik para penggemar radio komunikasi ini akan turun beramai ramai tanpa perintah ketika terjadi bencana alam , mereka akan segera menyiarkan gangguan alam maupun gangguan katibmas melalui komunikasi radio, tidak saja kepada masyarakat tapi juga disampaikan kepada pihak pemerintah yang berwenang.
Inilah salah satu kelebihan organisasi ini, tanpa pamrih akan melakukan bela negara dalam hal komunikasi pada situasi apapun karena kesamaan visi, misi dan tujuannya Pemerintah Idonesia memasukan organisasi ini pada lembar negara dan menetapkan RAPI sebagai pusat bantuan komunikasi dalam rangka Pengiriman Perhitungan Suara dari Tempat Pemungutan Suara TPS ketingkat Desa , Kecamatan, Kabupaten , propinsi hingga ke pusat pengumpulan suara Pemilu. bahkan sakin kuatnya organisasi ini diawal tahun 90an Pemerintah melalui beberapa kementrian mejalin MOU bantuan komunikasi dengan organisasi ini. 
Meski dewasa ini telah terjadi perubahan globalisasi perkembangan alat komunikasi, namun alat komunikasi radio masih memiliki keunggulan dibanding alat komunikasi yang ada dan berkembang dewasa ini. komunikasi radia masih dapat dipergunakan meski dalam keadaan cuaca buruk atau kelemahan kelemahan lain yang ada pada alat komunikasi lain selain komunikasi radio.
Sayang nya kekuatan kebersamaan organisasi ini mulai diracuni berbagai macam kepentingan. Banyak orang menjadi anggota RAPI dengan berbagai kepentingan sendiri tidak sesuai dengan amanat AD/ART RAPI yang sesungguhnya terutama anggota baru daibad ke 20 an saat ini. akibat kejadian ini banyak terjadi perpecahan baik di daerah, di wilayah bahkan secara nasional sekalipun. Organisasi ini telah dipolitisasi untuk berbagai kepentingan. Hal inilah yang perlu dicermati dengan seksama RAPI adalah sebuah organisasi yang memiliki kepribadian yang tinggi dan mulia tanpa pamrih tanpa meminta kepada siapapun roda organisasi tetap berjalan bak panggilan jiwa sesuai AD/ART jangan sampai dikendalikan orang orang jahil yang bertujuan memanfaatkan RAPI untuk kepentingan pribadi, kita harus tetap satu rasa satu jiwa mempertahankan RAPI sesuai tujuannya.
