Sumedang – eltaranews.com. Sebanyak 520 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula mengikuti Haflah Akhirussanah MDT Ula se-Kecamatan Jatinangor Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di GOR Futsal ITB Jatinangor, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimcam, para ulama, guru ngaji, orang tua santri serta pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tersebut menjadi momentum pelepasan santri yang telah menyelesaikan pendidikan diniyah sekaligus penguatan karakter generasi muda Sumedang.
Wabup Fajar menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar FKDT yang secara konsisten membina pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
“Hari ini merupakan tanda bahwa anak-anak kita telah menyelesaikan satu tahapan penting dalam membangun iman, akhlak dan karakter keislaman. Pendidikan diniyah menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga saleh dan salehah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan, termasuk melalui pemberian insentif bagi guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan generasi muda.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh para santri harus diiringi dengan adab dan akhlak yang baik.
“Setinggi apa pun ilmu dan cita-cita kalian nanti, adab harus tetap menjadi nomor satu. Jangan pernah melupakan orang tua dan guru-guru yang telah mendidik dan membimbing kalian,” pesannya
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan media sosial bagi anak-anak. Menurutnya, perkembangan digital memiliki manfaat besar, namun juga menyimpan berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama.
Selain itu, ia mengajak para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjauhi perilaku perundungan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Teruslah mengaji, perkuat iman dan akhlak. Jadilah generasi yang mampu berlomba-lomba dalam kebaikan, menolong sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Sumedang H. Nuroni menyebutkan bahwa MDT memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengajak para santri untuk terus melanjutkan kebiasaan mengaji meskipun telah menyelesaikan pendidikan MDT Ula.
“Jangan pernah berhenti mengaji dan jangan tinggalkan salat. Mudah mudahan dari santri-santri yang hadir hari ini lahir ulama, kiai, dokter, pengusaha, desainer, anggota DPRD hingga pemimpin masa depan Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan DPW FKDT Jawa Barat H. Muhammad Toha. Ia menekankan pentingnya pendidikan diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter dan akidah yang kuat bagi generasi muda.
“Kalau ingin memiliki prinsip hidup yang kokoh seperti pohon jati yang berdiri tegak, maka akidah harus kuat. Dan fondasi itu dibangun melalui pendidikan diniyah. Karena itu jangan berhenti belajar agama setelah lulus MDT,” katanya
