SUMEDANG – eltaranews.com. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dalam Mendukung Program Prioritas Nasional sekaligus Pengukuhan DPC (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) ABPEDNAS Kabupaten Sumedang masa bakti 2026–2031 di GOR Tadjimalela, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, unsur Forkopimda, kepala desa, pimpinan BPD se-Kabupaten Sumedang, serta jajaran pengurus ABPEDNAS.
Dalam kesempatan itu, pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang resmi dikukuhkan melalui pembacaan ikrar, penyerahan pataka, penandatanganan berita acara, serta penyerahan kartu anggota secara simbolis. Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama antara DPC ABPEDNAS dan Kejaksaan Negeri Sumedang untuk memperkuat pendampingan dan pengawasan tata kelola pemerintahan desa.

Bupati Dony menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan sehingga peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sangat strategis dalam mengawal program pemerintah agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Jika desa maju, maka kecamatan, kabupaten, provinsi hingga Indonesia akan maju. Karena itu fungsi pengawasan dan pendampingan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurut Dony, keberadaan ABPEDNAS menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas dan sinergi BPD dalam mengawal berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui gerakan Jaga Dapur dan Program Jaga Indonesia Pintar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Program Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk mencegah penyimpangan dana desa melalui pendekatan pengawasan dan edukasi. Ia juga mendorong penerapan restorative justice di tingkat desa untuk menyelesaikan persoalan masyarakat melalui musyawarah.
Di sisi lain, Jamintel Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani menjelaskan bahwa Program Jaga Desa bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pendampingan dan pencegahan penyimpangan. Ia juga memperkenalkan sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis berbasis QR Code yang memungkinkan masyarakat memberikan laporan langsung terkait pelaksanaan program tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan Program Jaga Pangan berupa ayam petelur kepada DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
(Bahaep)
