SUMEDANG – eltaranews.com.. Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafaz, SH., MH., menegaskan bahwa kegiatan Lebaran Yatim yang digelar dalam rangka 10 Muharam tidak hanya sebatas kegiatan seremonial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih mendalam, yakni menghadirkan harapan dan memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Lebaran Yatim ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial atau penyerahan santunan. Kami ingin menghadirkan makna lain, yaitu memberikan harapan dan semangat kepada anak-anak yatim bahwa mereka tidak sendiri, banyak orang yang menyayangi dan peduli kepada mereka,” ujar Ayi Subhan saat kegiatan Lebaran Yatim di Aula Tampomas, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memotivasi anak-anak yatim agar tetap optimistis dalam menata masa depan mereka.
“Ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus semangat menatap masa depan. Mereka harus tahu bahwa masih banyak orang yang peduli dan siap membantu,” katanya.
Ayi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Sumedang dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan transparan. Dana yang disalurkan kepada para penerima manfaat berasal dari para muzaki, munfik, dan mutashaddiq, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumedang yang secara rutin menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Kami sangat berterima kasih kepada para muzaki, munfik, dan mutashaddiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Salah satunya dari ASN Kabupaten Sumedang yang setiap bulan menitipkan zakat penghasilannya melalui BAZNAS,” ungkapnya.
Pada kegiatan Lebaran Yatim tahun ini, BAZNAS Kabupaten Sumedang memberikan bantuan kepada 250 anak yatim yang berasal dari wilayah perkotaan. Data penerima diperoleh melalui kelurahan dan masing-masing RW mengusulkan dua orang anak yatim.
“Untuk saat ini penerima bantuan baru dari wilayah kota. Mudah-mudahan ke depan jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah dan menjangkau lebih banyak anak yatim,” katanya.
Karena pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan berakhirnya tahun ajaran lama dan memasuki tahun ajaran baru, bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak yatim.
“Bantuan yang kami serahkan berupa perlengkapan sekolah, terdiri dari tas, sepatu, seragam, buku, dan alat tulis lainnya. Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan mereka saat memasuki tahun pelajaran baru,” pungkasnya.
(Bahaep)
