Peringatan Hari Anak Nasional di Sumedang, Wabup Ajak Orang Tua Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital

Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pendidikan menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan diikuti ratusan peserta dari jenjang PAUD dan sekolah, serta dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla, Kepala Dinas Pendidikan Dr. Eka Ganjar Kurniawan, unsur perangkat daerah, guru, orang tua, dan para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi tumbuh kembang mereka.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperingati Hari Anak Nasional melalui aktivitas yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Selain itu, memberikan ruang bagi anak usia dini untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, dan kreativitas sesuai tahap perkembangannya.

“Melalui kegiatan ini kami juga mengimplementasikan budaya sekolah yang aman dan nyaman, menanamkan nilai-nilai karakter seperti percaya diri, disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, toleransi, serta cinta lingkungan. Di sisi lain, kami ingin melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni, permainan tradisional, dan budaya bangsa,” ujar Eka.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.

Ia mengatakan anak-anak saat ini merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama perkembangan teknologi informasi. Karena itu, penggunaan media digital harus mendapat pendampingan agar memberikan manfaat dan tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.

“Teknologi memiliki dua sisi, ada manfaat dan ada risikonya. Karena itu diperlukan pengawasan dari orang tua dan guru agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.

Fajar juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif memberikan pendidikan karakter serta membekali anak dengan kemampuan menjaga diri, baik dari ancaman fisik maupun pengaruh negatif yang beredar di media sosial.

Menurutnya, kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter yang kuat serta dukungan keluarga dan guru.

“Mau setinggi apa pun pendidikan dan sesukses apa pun seorang anak, tidak akan terlepas dari peran orang tua dan guru. Karena itu mari bersama-sama memperkuat pendidikan karakter bagi generasi penerus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengingatkan masyarakat mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai upaya perlindungan anak di ruang digital.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap perlindungan hak anak sekaligus mewujudkan generasi Sumedang yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Bahaep)