SUMEDANG – eltaranews.com. Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang dengan berziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Gunung Puyuh, kemudian melanjutkan kunjungan ke Keraton Sumedang Larang, Selasa (4/8/2026).

Kunjungan tersebut disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang, keluarga besar Keraton Sumedang Larang, serta rombongan Kerukunan Keluarga Aceh Raya.
Dalam pemaparannya, Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden

Luki Djohari Soemawilaga, menjelaskan perjalanan hidup Cut Nyak Dhien sejak memimpin perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda hingga akhirnya diasingkan ke Sumedang pada 1906.
Ia menjelaskan, selama berada di Sumedang, Cut Nyak Dhien mendapat perlindungan dari Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Arya Suria Atmaja (Pangeran Mekah). Di pengasingannya, sang pahlawan tetap mengajarkan ilmu agama dan Al-Qur’an kepada masyarakat hingga wafat dan dimakamkan di kompleks pemakaman bangsawan Gunung Puyuh, Sumedang.
Sementara itu, Sekda Sumedang Hj. Tuti Ruswati menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif memiliki makna penting karena menghubungkan nilai sejarah, budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pemajuan ekonomi tidak boleh memutus akar budaya. Justru budaya menjadi fondasi lahirnya kreativitas, inovasi, dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mengembangkan konsep Smart City yang berpusat pada manusia, berbasis data, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya lokal.
Ia juga berharap sinergi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemkab Sumedang semakin diperkuat, khususnya dalam pengembangan desa kreatif, digitalisasi UMKM, penguatan konten kreatif generasi muda, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga promosi pariwisata budaya berbasis teknologi digital.
Ketua Kerukunan Keluarga Aceh Raya menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Sumedang atas sambutan yang diberikan kepada rombongan masyarakat Aceh.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya dapat kembali berziarah ke makam Cut Nyak Dhien dan mengunjungi Keraton Sumedang Larang bersama rombongan.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Keraton Sumedang Larang dan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang dinilai berhasil menjaga warisan sejarah dan budaya.
Menurutnya, daerah yang memiliki akar budaya kuat akan memiliki peluang besar mengembangkan ekonomi kreatif apabila mampu mengolah kekayaan sejarah dan budayanya menjadi karya kreatif yang bernilai ekonomi.
“Budaya dan sejarah harus tetap dijaga. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana keduanya dapat diolah menjadi storytelling, konten kreatif, film, animasi, pertunjukan, hingga produk ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri.
Ia menambahkan, Sumedang memiliki kekayaan sejarah yang sangat besar dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk ekonomi kreatif berbasis budaya sehingga mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Keraton Sumedang Larang, dan masyarakat Aceh dalam melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya.
Diakhir acara ibu ketua yayasan cut nyadien Hj Pocut Haslinda Syahrul menyerahkan kenang-kenangan cindera mata berupa plakat dan lukisan kepada Keraton Sumedang Larang yang diterima Sri Radya I Lukman Soemadisoerya.
(Bahaep)
