Forum Ormas dan Masyarakat Peduli Sumedang Gelar Istighosah dan Tasyakur HUT RI ke-81

Agama Terkini

SUMEDANG — eltaranews.com. Forum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Masyarakat Peduli Sumedang menggelar istighosah dan tasyakur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Sumedang, Minggu (16/8/2026), dan diisi dengan sosialisasi mengenai pencegahan perilaku LGBT serta upaya perlindungan keluarga dan generasi muda.

Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz Burhanudin, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai momentum edukasi kepada masyarakat sekaligus menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81.

“Acara ini kita gagas dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 dan memperingati Maulid Nabi. Kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat, salah satunya sosialisasi mengenai bahaya LGBT bagi bangsa, agama, negara, serta kelangsungan generasi muda,” ujar Burhanudin.

Menurutnya, terdapat sejumlah poin yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, di antaranya perlindungan keluarga, perlindungan generasi muda, pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus dalam perilaku seksual berisiko, serta pentingnya konseling dan edukasi.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah dapat menciptakan Sumedang yang kondusif dan mampu melindungi generasi muda dari berbagai perilaku yang dinilai dapat merusak masa depan mereka.

Burhanudin juga menyebut berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah pihak, terdapat kasus yang telah terdeteksi di wilayah Kabupaten Sumedang. Ia menyebut data dari instansi terkait menunjukkan sekitar 120 kasus yang telah terdata.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Golkar, Sonia Sugian, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan data yang muncul kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena tidak semua kejadian dilaporkan.

Menurut Sonia, diperlukan langkah bersama dan payung hukum yang jelas agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk melalui edukasi ke sekolah dan lingkungan masyarakat.

“Saya menyarankan Kabupaten Sumedang memiliki regulasi yang dapat menjadi payung hukum, sehingga organisasi masyarakat dan elemen lainnya bisa ikut bergerak melakukan pencegahan serta memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Sonia yang juga menyebut dirinya terlibat dalam upaya perlindungan perempuan dan anak menegaskan pentingnya perhatian terhadap masa depan generasi muda sejak dini.

Ia berharap pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, serta berbagai perangkat daerah dapat berkolaborasi dalam memberikan edukasi dan pencegahan.

“Harapan kita, Indonesia Emas 2045 jangan sampai menjadi Indonesia cemas. Masa depan anak-anak harus kita perhatikan dari sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan dari sejumlah perangkat daerah sebelumnya sudah terlihat dalam audiensi yang dilakukan terkait persoalan tersebut. Namun, menurutnya, diperlukan keterlibatan lebih luas dari berbagai instansi, seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas sosial, serta DP3AKB.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pemerintah memiliki data yang lebih komprehensif sekaligus dapat menentukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.

Dalam kesempatan tersebut, Sonia juga menyampaikan aspirasi agar regulasi daerah terkait pencegahan LGBT dan penyimpangan seksual dapat segera dibahas dan disahkan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan serta pendekatan edukatif dan perlindungan masyarakat.

“Kami berharap regulasi tersebut dapat segera disahkan dan diundangkan sehingga menjadi payung hukum bagi masyarakat Kabupaten Sumedang dalam melakukan pencegahan dan menyikapi keresahan yang ada,” pungkasnya.