SUMEDANG – eltaranews.com. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumedang menggelar rapat pleno diperluas dalam rangka persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
Rapat pleno tersebut berlangsung di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Kamis (3/9/2026). Dalam rapat itu, selain membahas persiapan Musda, juga ditetapkan susunan kepanitiaan serta Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar, SE, mengatakan hasil rapat pleno tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk mendapatkan persetujuan.
“Pada intinya kami sudah melaksanakan rapat pleno, membentuk panitia penyelenggara, membentuk panitia SC dan OC. Semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Sidik.
Menurutnya, DPD Golkar Sumedang mengusulkan agar Musda ke-11 Partai Golkar Kabupaten Sumedang dilaksanakan pada 22 September 2026.
“Kami akan segera menyampaikan kepada Provinsi Jawa Barat. Kami mengusulkan Musda ke-11 Partai Golkar Kabupaten Sumedang tanggal 22 September. Mudah-mudahan tanggal tersebut disepakati oleh Jawa Barat. Apapun hasilnya, tentu harus kita terima,” katanya.
Sidik menegaskan, mengenai jadwal pelaksanaan Musda, keputusan akhir berada di tangan DPD Partai Golkar Jawa Barat. Jika nantinya jadwal mengalami perubahan, pihaknya akan mengikuti keputusan tersebut.
“Apakah nanti dipercepat atau mundur, itu tergantung keputusan DPD Partai Golkar Jawa Barat,” ujarnya.
Belum Ada Nama Calon Ketua
Terkait kandidat yang akan maju dalam Musda untuk memperebutkan posisi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik menyebut hingga saat ini belum ada nama yang ditetapkan.
Menurutnya, proses pencalonan akan dibahas dan diumumkan setelah tahapan Musda berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.
“Calon belum ada. Nanti setelah penyelenggaraan, termasuk persiapan, materi, pendaftaran pencalonan dan sebagainya, kita tunggu jadwal berikutnya,” kata Sidik.
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang memenuhi persyaratan organisasi memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Asep Kurnia Ditunjuk Sebagai Ketua SC
Dalam rapat pleno diperluas tersebut, Asep Kurnia ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-11 Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
Asep menjelaskan, SC memiliki tugas mempersiapkan sekaligus mengarahkan agar seluruh tahapan Musda dapat berjalan sesuai ketentuan organisasi.
“Hari ini rapat pleno diperluas menentukan tanggal pelaksanaan Musda. Tadi juga ditentukan beberapa nama untuk susunan kepanitiaan,” ujar Asep.
Sebagai Ketua SC, ia akan ikut mempersiapkan berbagai tahapan Musda, termasuk proses pendaftaran calon hingga mekanisme pelaksanaan pemilihan.
“Fokus saya sebagai Ketua SC adalah mempersiapkan dan mengarahkan bagaimana pelaksanaan Musda ini berjalan lancar, termasuk melihat proses pendaftaran calon, pelaksanaan pendaftaran dan pelaksanaan pemilihan,” jelasnya.
Dorong Musda Mengedepankan Musyawarah Mufakat
Asep menambahkan, Partai Golkar saat ini tengah mendorong agar proses Musda lebih mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Ia berharap Musda tidak hanya menjadi ajang perebutan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi internal partai menghadapi agenda politik mendatang.
“Golkar sekarang sedang menggalakkan supaya benar-benar mufakat dulu sebelum Musda. Bermusyawarah sampai mencapai mufakat,” katanya.
Menurut Asep, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana Partai Golkar menjaga amanah dari masyarakat yang telah memberikan dukungan pada pemilu sebelumnya.
“Yang paling pokok adalah bagaimana kita menjaga amanah dari sekitar 140 ribu pemilih Golkar pada pemilu yang lalu,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan Golkar ke depan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Sumedang.
“Bagaimana ke depan Golkar bisa meyakinkan dan menjaga mereka yang memilihnya, serta bisa menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Panitia Harus Mundur Jika Maju sebagai Calon

Asep juga menegaskan adanya mekanisme bagi anggota kepanitiaan yang nantinya berminat maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumedang.
Menurutnya, siapapun yang masuk dalam kepanitiaan, termasuk Ketua SC maupun Ketua OC, harus mengundurkan diri dari kepanitiaan apabila nantinya mencalonkan diri.
“Kalau kemudian maju sebagai calon, harus mundur dari panitia. Mau Ketua OC maupun Ketua SC, harus mundur,” tegas Asep.
Sementara itu, terkait pihak-pihak yang memiliki hak suara dalam Musda, Asep menyebut di antaranya terdapat Ketua Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan, unsur DPD serta DPD Partai Golkar Jawa Barat, sesuai ketentuan organisasi.
Namun, mengenai siapa saja yang nantinya dapat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumedang, Asep mengatakan ketentuan tersebut akan diumumkan oleh SC setelah tahapan Musda berjalan.
“Yang memenuhi syarat tentu bisa mengikuti. Nanti SC akan mengumumkan siapa saja yang boleh mendaftar untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar,” pungkasnya.
Dengan ditetapkannya kepanitiaan dan pengusulan tanggal 22 September 2026, Partai Golkar Sumedang kini memasuki tahapan persiapan menuju Musda ke-11 yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penyatuan kekuatan internal partai menghadapi agenda politik ke depan.
(Bah aep)
