Sumedang – eltaranews.com – Kepala Desa Kebon Jati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jajang, kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 dengan nomor urut 1.
Jajang dilantik pada 27 Desember 2021 dan mulai bertugas pada 2 Januari 2022. Ia mengatakan tidak membuat janji politik saat awal menjabat, tetapi berkomitmen melanjutkan program kepala desa sebelumnya yang belum selesai.
“Ketika saya masuk ke desa, saya melanjutkan program Kepala Desa almarhum. Jadi kami tidak meninggalkan program yang ada, tetapi meneruskan program-program yang belum diselesaikan,” ujar Jajang, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pembangunan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi keuangan desa. Selain pembangunan fisik, ia menilai pelayanan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu capaian penting selama memimpin.
“Capaian yang paling saya dambakan adalah ketika kita bisa melayani masyarakat dengan jujur, netral dan tidak berpihak. Terutama ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan bantuan,” katanya.
Jajang menyebut sejumlah program belum selesai karena pemotongan anggaran sekitar Rp670 juta untuk pembangunan Koperasi Merah Putih. Kondisi itu membuat beberapa rencana pembangunan infrastruktur tertunda.
“Bukan berarti itu kegagalan. Mungkin di tahun berikutnya bisa kita selesaikan berdasarkan keputusan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan penggunaan anggaran desa dipertanggungjawabkan secara terbuka melalui baliho informasi anggaran. Pemerintah desa juga memastikan kewajiban perpajakan, seperti PPh dan PPN, dipenuhi.
Desa Kebon Jati mendapat monitoring dari kecamatan dan pembinaan Inspektorat. Pada tahun sebelumnya, desa tersebut juga menjalani pemeriksaan BPKP.
Sejumlah Infrastruktur Masih Menjadi PR
Pembangunan jalan terusan dari RW 03 menuju RW 04 masih menjadi pekerjaan rumah. Pendanaan yang tersedia baru sekitar Rp65 juta dan digunakan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Rabat beton dan bagian TPT lainnya belum selesai.
Desa telah mengusulkan kebutuhan tersebut melalui proposal ke tingkat provinsi.
Sementara itu, pembangunan jalan di belakang Gunung Kecapi, dari Genteng menuju SD Sinang, mendapat anggaran sarana dan prasarana sekitar Rp98 juta.
“Alhamdulillah sudah rampung sekitar 232 meter. Masih ada sekitar 220 meter lagi karena panjang keseluruhannya sekitar 245 meter,” jelasnya.
Jajang berharap program yang belum selesai dapat dilanjutkan jika kembali dipercaya memimpin.
Desa Kebon Jati memiliki potensi usaha masyarakat, seperti pengrajin tahu kuning dan tahu putih, sale pisang, keripik singkong, serta keripik cawung.
Jajang berencana mendorong pelatihan UMKM dan keterampilan agar produk warga berkembang dan menambah penghasilan.
Pemerintah desa juga bekerja sama dengan Bumdes dalam peternakan ayam petelur, penanaman hortikultura, serta budidaya domba dan kambing. Bumdes diarahkan menyediakan kebutuhan sembako melalui sistem pemesanan daring.
Desa Kebon Jati memiliki tanah di belakang STM Pemuda seluas sekitar 80 bata yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Jajang membuka kemungkinan pemanfaatan aset melalui mekanisme tukar guling sesuai ketentuan.
Untuk Pendapatan Asli Desa (PAD), ia mengakui belum ada sumber yang dapat digali secara maksimal.
“PAD kami belum ada sumber yang bisa digali secara maksimal. Itu yang kami harapkan untuk tahun ke depan,” katanya.
Jajang mengatakan pelayanan publik di Desa Kebon Jati diupayakan cepat, ramah, akuntabel, dan tanpa diskriminasi. Warga yang membutuhkan layanan administrasi, seperti pembuatan KTP dan dokumen lainnya, akan dibantu semaksimal mungkin.
Dalam pembangunan infrastruktur, pemerintah desa melibatkan RT, RW, BPD, dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Informasi proyek dan anggaran juga dipasang sebagai bentuk keterbukaan. Pekerjaan yang dapat dilakukan warga setempat diprioritaskan melalui TPK desa.
Jajang berharap rencana pembangunan Hotel Santika dapat membuka peluang kerja bagi warga Desa Kebon Jati.
Jika kembali dipercaya, Jajang menargetkan penyelesaian pembangunan yang masih tertunda. Ia menyebut sekitar 90 persen jalan desa telah rampung, sedangkan sisanya akan dikerjakan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Desa telah mengusulkan pembangunan dan perbaikan irigasi kepada BBWS serta sebelumnya mendapat dukungan untuk dua kegiatan. Penerangan jalan desa juga menjadi perhatian karena masih ada sejumlah titik yang belum teraliri listrik. Usulan akan disampaikan melalui instansi terkait.
Di bidang sosial, Jajang berkomitmen mempertahankan pelayanan langsung kepada warga, termasuk Jumat Keliling, Tarawih Keliling, dan Salat Idul Fitri di berbagai dusun.
“Kalau nanti dipercaya lagi oleh masyarakat, kami akan memperbaiki kinerja yang belum baik menjadi baik. Yang sudah baik akan kami tingkatkan, dan yang sudah lebih baik akan kami pertahankan,” tegasnya.
Jajang menyerahkan pilihan dalam Pilkades kepada masyarakat. Menurutnya, warga dapat menilai langsung kinerjanya selama memimpin.
“Masalah memilih saya atau tidak memilih saya, itu ada di kehendak mereka semua. Mudah-mudahan kinerja kami selama ini bisa dilihat, dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.
(Bahaep)
