Kirab Alit dan Jamasan Pusaka Keraton Sumedang Larang Digelar, Diikuti Ratusan Masyarakat

Budaya Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Setelah sehari sebelumnya menggelar tradisi Nyuguh Ageung, Keraton Sumedang Larang kembali melaksanakan rangkaian tradisi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kegiatan berupa Kirab Alit dan Jamasan Pusaka digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, mengatakan Jamasan Pusaka merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan Keraton Sumedang larang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

“Jamasan pusaka ini merupakan kegiatan rutin Keraton Sumedang larang. Sebelumnya, Kamis (13/8/2026), diawali dengan Nyuguh Ageung sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia,” ujar Luky.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi turun pusaka dari gedung pusaka, untuk selanjutnya dikirab secara alit di sekitar kawasan Alun-alun Sumedang sebelum dilakukan proses jamasan atau pembersihan pusaka.

Setelah prosesi jamasan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Kobulan, yakni pembagian hasil bumi yang sebelumnya dikumpulkan dari kerabat dan masyarakat adat kepada para undangan serta masyarakat.

Menurut Luky, jamasan pusaka tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat dan melestarikan benda-benda pusaka peninggalan Keraton Sumedang larang, tetapi juga memiliki makna spiritual bagi kehidupan manusia.

“Pertama agar pusaka-pusaka Sumedang larang tetap terawat dan lestari keberadaannya. Kedua, sebagai refleksi dan simbol bahwa kita sebagai manusia harus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan hati yang jernih dan suci,” katanya.

Ia berharap rangkaian tradisi tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan serta meneladani ajaran Rasulullah SAW.

“Mudah-mudahan kita menjadi manusia-manusia yang paripurna sesuai dengan ajaran Rasulullah,” ucapnya.

Dihadiri Lebih dari 500 Orang

Pelaksanaan Kirab Alit dan Jamasan Pusaka tahun ini mendapat antusiasme cukup besar. Luky menyebut, berdasarkan perkiraan, jumlah peserta dan masyarakat yang hadir mencapai lebih dari 500 orang.

Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat adat, budayawan, kerabat Keraton Sumedang larang, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang.

Tidak hanya masyarakat Sumedang, kegiatan tersebut juga dihadiri tamu dari berbagai daerah di luar Kabupaten Sumedang, di antaranya Tangerang, Garut, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, bahkan Sulawesi.

“Yang hadir tadi dari masyarakat adat, budayawan, juga Forkopimda Kabupaten Sumedang. Ada juga dari komunitas Tionghoa Indonesia dan unsur masyarakat lainnya. Selain dari Sumedang, ada yang datang dari Tangerang, Sulawesi, Garut, Bandung, Tasik, Cirebon dan daerah lainnya di Tatar Jawa Barat,” tuturnya.

Seluruh rangkaian Kirab Alit dan Jamasan Pusaka tersebut berlangsung dengan lancar dan aman. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

(Bahaep)