SUMEDANG — eltaranews.com. Keraton Sumedang Larang memastikan pelaksanaan Kirab Panji dan Mahkota dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 akan digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 , dan dihadiri langsung oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur jawa barat , Sri Radya keraton dan bupati sumedang.
Informasi tersebut disampaikan Luky Djohari Soemawilaga mewakili Keraton Sumedang Larang. Ia menyebutkan, kegiatan kirab akan dimulai pada pukul 18.30 WIB, dengan titik awal di kawasan Keraton Sumedang Larang dan Alun-Alun Sumedang menuju Pendopo Induk Pusat Pemerintah Kabupaten Sumedang
“Pelaksanaan Kirab Panji dan Mahkota dalam rangka Milangkala Tatar Sunda dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 18.30 di Keraton Sumedang Larang ,” ujarnya.
Kirab ini menjadi bagian dari rangkaian besar Karnaval Kirab Mahkota Binokasih sangiang pake yang akan menelusuri 10 daerah di Jawa Barat. Perjalanan kirab dijadwalkan dimulai dari Sumedang dan berakhir di Kota Bandung pada 16 Mei 2026.
Menurut Luky, pelaksanaan kirab tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya digelar secara mandiri oleh pihak keraton, tahun ini kegiatan tersebut terintegrasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Pada tahun 2026 ini, kami melakukan integrasi dan sinergi dengan pemerintah provinsi. Karena itu, sempat terjadi penyesuaian jadwal yang bersifat dinamis dan kondisional, hingga akhirnya disepakati dimulai pada 2 Mei di Sumedang,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kirab Panji dan Mahkota Binokasih merupakan tradisi tahunan Keraton Sumedang Larang dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumedang. Kegiatan ini juga menjadi simbol penting dalam melestarikan nilai sejarah dan filosofi budaya Sunda.
Mahkota Binokasih sangiang pake sendiri dikenal sebagai simbol legitimasi kekuasaan Sunda yang sarat makna kehidupan serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni budaya, tetapi juga mampu meningkatkan edukasi masyarakat serta memperluas promosi budaya Sunda.
“Kami berharap sinergi ini dapat mengangkat harkat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Mahkota Binokasih, sekaligus memperkuat penyebarluasan budaya kepada masyarakat luas,” katanya.
Pihak keraton juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perubahan jadwal dan teknis yang sempat terjadi selama proses persiapan.
Di akhir pernyataannya, Luky mengajak seluruh kewargian sumedang larang dan sunda , tokoh masyarakat serta masyarakat, khususnya warga Sunda, budayawan, dan komunitas adat untuk turut hadir dan menyukseskan kegiatan tersebut.
“Mari kita bersama-sama memeriahkan dan mensukseskan Kirab Panji dan Mahkota ini sebagai hajat bersama masyarakat Sunda, sekaligus mendorong daya saing daerah berbasis budaya dalam kemajuan kebudayaan dan kepariwisataan khususnya di Jawa Barat,” pungkasnya.
