LAD Pancar Buana Gelar Larung Mulasara Tembong Agung, Rawat Tradisi dan Kearifan Lokal

Budaya Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Lembaga Adat Desa (LAD) Pancar Buana menggelar kegiatan Larung Mulasara Tembong Agung Prabu Guru Haji Putih pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan adat, budaya, serta kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah prosesi adat dan ritual budaya. Acara juga diisi dengan Tari Ritual Sedekah Alam serta pertunjukan pencak silat dan hiburan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut mengangkat semangat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat turut terlibat dalam rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

LAD Pancar Buana menempatkan kegiatan adat tersebut tidak hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan masyarakat dengan alam, lingkungan, dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam tradisi leluhur.

Kegiatan Larung Mulasara Tembong Agung ini mengusung moto “Asak Usik, Asak Isuk, Asak Usu”, yang menjadi semangat dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tradisi lokal tetap terjaga dan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga keberadaan lembaga adat dan nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

(Dodi/Dadang)