SUMEDANG – eltaranews.com. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Laskar NKRI Kabupaten Sumedang menyatakan siap bergerak menyikapi dinamika pemerintahan dan persoalan yang tengah menjadi sorotan publik di Kabupaten Sumedang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD LSM Laskar NKRI Sumedang, Yudi Tahyudin, bersama jajaran anggotanya di Sekretariat Laskar NKRI, Desa Haurkuning, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jumat sore (4/9/2026).
Yudi mengatakan, secara organisasi pihaknya saat ini terus melakukan konsolidasi dan perampungan administrasi pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan. Dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang, disebutkan sebanyak 22 DPC telah terbentuk.
Menurutnya, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan organisasi dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di Sumedang.
“DPD Laskar NKRI Kabupaten Sumedang akan bergerak secara total menyikapi situasi dan kondisi pemerintahan Kabupaten Sumedang,” tegas Yudi.
Ia menekankan, langkah yang akan dilakukan Laskar NKRI bertujuan mendorong agar setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat ditangani secara jelas, transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Yudi juga menyinggung kasus yang belakangan menjadi sorotan publik dan menyeret nama oknum pejabat. Ia mempertanyakan konsistensi penanganan persoalan tersebut dibandingkan apabila kasus serupa melibatkan masyarakat biasa.
“Kalau hal tersebut dilakukan oleh masyarakat kecil, tentunya hari ini sudah ditetapkan, sudah ditangkap, ditetapkan tersangka. Tetapi hari ini kita lihat DPRD menunggu, Bapak Bupati belum terdengar,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Laskar NKRI berencana melakukan langkah lanjutan dengan mendatangi sejumlah institusi untuk meminta penjelasan dan mempertanyakan penanganan persoalan yang tengah berkembang.
“Kami akan bergerak datang ke kantor IPP untuk mempertanyakan hal ini, kemudian ke Polres Sumedang, dan lanjut ke DPRD Kabupaten Sumedang,” katanya.
Yudi menegaskan, langkah tersebut diklaim bukan untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi Kabupaten Sumedang.
“Kami bergerak murni atas dasar rasa kami sebagai warga masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat Sumedang tidak boleh dianggap diam terhadap berbagai persoalan yang terjadi.
“Orang Sumedang bageur, tapi hari ini kami Laskar NKRI, orang Sumedang bakal hudang,” ujarnya.
Yudi memastikan pihaknya siap menghadapi berbagai risiko dalam menyampaikan aspirasi, seraya meminta arahan dan restu dari pimpinan organisasi sebelum aksi dilakukan.
“Kami akan bergerak, siap dengan segala risiko,” tandasnya.
Laskar NKRI juga mengapresiasi keberanian mahasiswa yang sebelumnya melakukan aksi menyuarakan persoalan tersebut. Menurut Yudi, gerakan mahasiswa dan masyarakat harus menjadi perhatian agar pemerintah maupun aparat penegak hukum tidak mengabaikan aspirasi publik.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai sikap organisasi. Adapun terkait berbagai dugaan atau persoalan yang menjadi sorotan, Laskar NKRI mendorong agar seluruh pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara profesional dan transparan serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.
(Bahaep)
