Mantri Luar Keraton Sumedang Larang Beberkan Silsilah Keturunan Kembar Radya Anom dan Mahapatih

Budaya Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com – Mantri Luar Keraton Sumedang Larang, Rd. Asep Sulaeman Fadil, membeberkan silsilah keturunan Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden Luky Djohari Soemawilaga, dan saudara kembarnya, Mahapatih Raden Lily Djamhur Soemawilaga, dalam momentum peringatan ulang tahun ke-55 yang jatuh pada Senin (12/10/2026).

Pemaparan silsilah tersebut menjadi bagian dari momentum milad yang berlangsung khidmat bersama keluarga besar trah Keraton Sumedang Larang. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mengenang leluhur serta meneguhkan kembali hubungan kekerabatan dengan garis keturunan para tokoh kerajaan Sunda pada masa lampau.

Dalam keterangannya, Rd. Asep Sulaeman Fadil menyampaikan bahwa keberadaan Radya Anom Raden Luky Djohari Soemawilaga dan Mahapatih Raden Lily Djamhur Soemawilaga memiliki arti penting dalam upaya menjaga marwah dan merevitalisasi nilai-nilai budaya Keraton Sumedang Larang.

Menurutnya, kiprah keduanya turut mendukung program rekonstruksi dan revitalisasi Keraton Sumedang Larang, termasuk melalui peran keluarga besar keraton dan Yayasan Nazir Wakaf Pangeran Sumedang.

“Momentum hari ini betul-betul menjadi saat untuk bertakzim kepada leluhur dan terus bersyukur kepada Sang Maha Kuasa,” ungkap Asep dalam pemaparannya.

Silsilah dari Garis Ayah

Dalam penjelasannya, Asep menguraikan bahwa kedua saudara kembar tersebut memiliki garis keturunan dari ayah mereka, Raden Lukman Hamid Soemawilaga. Berdasarkan silsilah yang dipaparkannya, jalur keturunan dari garis laki-laki atau pancer kakung itu dihubungkan dengan Sri Baduga Maharaja, tokoh besar dalam sejarah Kerajaan Sunda.

Rangkaian silsilah yang disampaikan dimulai dari:

1. Raden Luky Djohari Soemawilaga dan Raden Lily Djamhur Soemawilaga.
2. Putra dari Raden Lukman Hamid Soemawilaga.
3. Cucu dari Raden Abdul Hamid Soemawilaga.
4. Keturunan Raden Kadir Soemawilaga.
5. Berlanjut kepada Pangeran Soeria Koesoemah dinata, yang juga disebut Pangeran Sugih atau Raden Soemanagara.
6. Selanjutnya kepada Dalem Adipati Kusuma Yuda.
7. Pangeran Kornel atau Raden Asep Jamu, yang dalam pemaparan tersebut juga dikaitkan dengan nama Pangeran Soerianagara III atau Pangeran Koesoemah Dinata IX.
8. Berlanjut kepada Pangeran Soerianagara II dan Pangeran Soerianagara  I.

Dari jalur tersebut, Asep menghubungkan silsilah keluarga dengan sejumlah tokoh yang berperan dalam sejarah pemerintahan dan kekerabatan Kerajaan Sumedang Larang.

Terhubung dengan Leluhur Kerajaan Sunda

Asep juga memaparkan rangkaian nama leluhur yang disebutnya berlanjut melalui Rangga Limbangan atau Dalem Arya Wangsa Dita, Sunan Kudawarsa, Santoan Naya Wangsa, Santoanusakerta atau Dalem Santoan, hingga Prabu Salanglangu Layakusumah.

Silsilah tersebut kemudian diteruskan kepada Prabu Mundingwangi dan Prabu Layaranwangi Jayakusumah, yang dalam sejumlah penyebutan lokal juga dikenal dengan nama Sunan Rumenggong.

Menurut Asep, terdapat sejumlah versi penyebutan nama maupun jalur dalam tradisi silsilah tersebut. Karena itu, penelusuran terhadap sumber-sumber sejarah dan dokumen genealogis dinilai penting untuk memperjelas hubungan antargenerasi.

Ia juga mengaitkan jalur keturunan tersebut dengan Sri Baduga Maharaja melalui Ratu Inten Dewata yang disebut dalam pemaparannya berasal dari pasehan Timbanganten, wilayah yang kini termasuk Kabupaten Garut.

Sumedang Larang sebagai Penerus Tradisi Sunda

Dalam perspektif sejarah dan tradisi keraton yang disampaikannya, Asep menjelaskan bahwa perjalanan mahkota dan pusat kekuasaan Sunda memiliki keterkaitan dengan beberapa pusat kerajaan, mulai dari Galuh, Pakuan Pajajaran, hingga Sumedang Larang.

Ia menilai Sumedang Larang memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya dan warisan peradaban Sunda, termasuk melalui pemeliharaan tradisi, silsilah, serta benda-benda pusaka yang diwariskan lintas generasi.

Asep menegaskan bahwa upaya rekonstruksi dan revitalisasi keraton tidak semata-mata berkaitan dengan struktur kelembagaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

Jalur Kekerabatan dari Garis Sumedang Larang

Selain jalur yang dikaitkan dengan Sri Baduga Maharaja, Asep turut memaparkan hubungan kekerabatan melalui Pangeran Surya Nagara I yang disebut menikah dengan Dalem Istri Raja Ningrat atau Ratu Ajeng di Ningrat.

Dalam uraian tersebut, Dalem Istri Raja Ningrat dihubungkan dengan Pangeran Kusumah Dinata atau Pangeran Karuhun, yang juga disebut Rangga Gempol IV.

Rangkaian keturunan selanjutnya disebut berlanjut kepada Dalem Tanumaja, Pangeran Panembahan atau Rangga Gempol III, Raden Bagusweruh atau Rangga Gempol II, hingga Rangga Gede yang juga dikenal dengan sebutan Pangeran Mangku Bumi.

Pemaparan tersebut memperlihatkan adanya sejumlah jalur kekerabatan yang dalam tradisi keluarga keraton dihubungkan dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Sumedang dan kerajaan Sunda.

Bagi keluarga besar Keraton Sumedang Larang, momentum ulang tahun ke-55 kedua saudara kembar tersebut tidak hanya menjadi perayaan keluarga, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ingatan kolektif mengenai leluhur, sejarah, dan tanggung jawab pelestarian budaya.

Melalui penelusuran silsilah dan penguatan tradisi, nilai-nilai sejarah Keraton Sumedang Larang diharapkan tetap terpelihara serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Redaksi