Panen Raya TNI di Sumedang, Wabup Fajar Aldilla: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Terkini

SUMEDANG – eltaranews com. Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional digelar di lahan Gapoktan Jayamandala, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, jajaran TNI-Polri, kepala perangkat daerah, penyuluh pertanian, Bulog, serta ratusan petani dan kelompok tani.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Fajar Aldilla menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir tidak dapat hadir akibat agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Ia menyambut baik kehadiran Pangdam III/Siliwangi yang dinilai menjadi penyemangat bagi para petani di Kabupaten Sumedang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Pangdam III/Siliwangi. Kehadiran Bapak menjadi motivasi dan semangat bagi para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Fajar menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, keberhasilan para petani berkontribusi besar terhadap peningkatan ekonomi Kabupaten Sumedang.
Ia mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang meningkat dari 4,05 persen pada tahun 2024 menjadi 5,48 persen pada tahun 2025, melampaui target sebesar 5,20 persen.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para petani. Tahun lalu panen bisa dilakukan hingga tiga kali meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman El Nino,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjut Fajar, terus menjalankan kebijakan pertanian dengan prinsip 4A, yakni aya cai (tersedia air), aya pupuk (tersedia pupuk), aya irigasi (tersedia jaringan irigasi), dan aya alat mesin pertanian (tersedia alsintan). Melalui kolaborasi bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani.
Fajar juga memaparkan potensi pertanian Kabupaten Sumedang. Saat ini luas lahan sawah mencapai 27.285 hektare yang tersebar di 26 kecamatan. Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2025, luas tanam mencapai 74.846 hektare, luas panen 71.590 hektare, dengan produktivitas rata-rata 62,33 kuintal per hektare dan total produksi padi sebesar 286.333,8 ton.
Sementara itu, Kecamatan Ujungjaya memiliki luas sawah sekitar 2.587 hektare yang tersebar di sembilan desa. Khusus Desa Palasari, hamparan sawah seluas 218 hektare dikelola oleh 434 petani yang tergabung dalam sembilan kelompok tani.
Untuk menghadapi dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama berbagai pihak telah membangun sodetan dari Bendung Cariang sepanjang sekitar 100 meter menggunakan dua jalur pipa berdiameter 50 sentimeter. Infrastruktur tersebut mampu mengairi ratusan hektare lahan pertanian di wilayah Ujungjaya dan sekitarnya.
Selain itu, kelompok tani di Kabupaten Sumedang juga telah menerima berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian RI pada tahun 2026, di antaranya bantuan benih dan sarana pendukung pertanian guna meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen Raya TNI ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para petani dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
(Bahaep)