Pengurus APKESMI Sumedang 2026-2031 Dilantik, Bupati Dony: Puskesmas Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

Kesehatan Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Pengurus Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) Kabupaten Sumedang periode 2026-2031 resmi dilantik di Gedung Negara, Selasa (19/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Ketua APKESMI Sumedang dr. Cepy Tricahyadi dalam sambutannya menyampaikan, tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
“Sekarang masyarakat semakin pintar, semakin kritis. Pelayanan kesehatan dituntut semakin baik, sementara petugas kesehatan juga harus tetap berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, petugas puskesmas kerap menghadapi dilema di lapangan, terutama terkait permintaan rujukan pasien yang tidak sesuai prosedur namun disertai ancaman akan diviralkan di media sosial.
“Kita sering berada di posisi serba salah. Kalau mengikuti aturan dianggap mempersulit, kalau dituruti melanggar aturan. Ini tantangan nyata petugas kesehatan hari ini,” katanya.
Selain itu, dr. Cepy juga menyoroti persoalan keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter dan dokter gigi di sejumlah puskesmas di Sumedang. Menurutnya, bukan karena tidak ada tenaga kesehatan, tetapi banyak yang memilih berpraktik di sektor swasta.
“Masalah SDM ini masih menjadi tantangan besar. Beberapa puskesmas masih kekurangan dokter dan dokter gigi,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung ketimpangan kondisi puskesmas yang diibaratkan sebagai “puskesmas mata air” dan “puskesmas air mata”. Menurutnya, ada puskesmas dengan dukungan anggaran memadai, namun ada pula yang memiliki beban pelayanan besar dengan keterbatasan anggaran.
Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh tenaga kesehatan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“APKESMI hadir bukan untuk menentang kebijakan, tetapi menjadi mitra harmonis Dinas Kesehatan dan penyambung aspirasi puskesmas,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang  mengatakan, pembangunan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Sumedang tahun 2025 mencapai 75,5 dan menempatkan Sumedang di peringkat ketiga terbaik di Jawa Barat untuk kategori kabupaten.
“Di dalam IPM itu ada indeks kesehatan. Angka harapan hidup masyarakat Sumedang saat ini mencapai 75,6 tahun,” kata Dony.
Ia menegaskan, puskesmas memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat, bukan hanya berfokus pada pengobatan.
“Puskesmas itu pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat. Maka penguatan promotif dan preventif harus menjadi program utama,” ujarnya.
Dony juga mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus bersyukur dan menjaga semangat pengabdian meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kalau kita bersyukur, hidup akan bahagia. Jangan hanya melihat kekurangan dan keterbatasan, karena yang kita dapat sebenarnya jauh lebih banyak,” tuturnya.
Pelantikan pengurus APKESMI tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antar puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sumedang.
(Bahaep)