Sumedang – eltaranews.com
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 di Kabupaten Sumedang berlangsung dalam suasana berbeda. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, semangat persatuan dan perjuangan pemuda bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 92 desa yang tersebar di 26 kecamatan, dengan menerapkan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting melalui digitalisasi pemilihan desa.
Sebanyak 279.437 pemilih terdaftar, 424 tempat pemungutan suara (TPS) digital, serta 295 calon kepala desa menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Pelaksanaan Pilkades serentak dengan sistem digital ini menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Sumedang dalam mendorong tata kelola demokrasi desa yang lebih modern.
Di tengah berlangsungnya agenda demokrasi tersebut, upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda digelar di halaman Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (28/10/2026). Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, upacara kali ini dipimpin Kapolres Sumedang AKBP Dr. Reza Ma’ruffi, S.H., S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Dalam sambutan Menpora yang dibacakannya, Reza menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, pantang menyerah menghadapi tantangan, serta peka terhadap persoalan dan kesulitan masyarakat.
“Patriotisme bukan hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan berarti tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” demikian pesan dalam sambutan Menpora.
Lebih lanjut, sambutan tersebut menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan material. Kemajuan sejati harus bertumpu pada kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama.
Pemuda Indonesia juga diajak untuk berani mengambil peran kepemimpinan sekaligus memiliki kerendahan hati untuk melayani masyarakat. Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan yang dilakukan generasi muda diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian salah satu pesan penting dalam sambutan tersebut.
Sumpah Pemuda dan Demokrasi Desa
Momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini memiliki relevansi tersendiri bagi Kabupaten Sumedang. Ketika generasi muda diajak memperkuat persatuan, integritas, dan tanggung jawab kebangsaan, masyarakat di 92 desa juga tengah menjalankan proses demokrasi untuk menentukan pemimpin di tingkat desa.
Dengan jumlah 295 calon kepala desa yang berkompetisi, Pilkades serentak menjadi ujian kedewasaan demokrasi masyarakat. Perbedaan pilihan diharapkan tidak memecah persaudaraan, tetapi menjadi bagian dari proses demokrasi yang berlangsung aman, tertib, jujur, dan bertanggung jawab.
Penerapan sistem digital juga menjadi tantangan sekaligus langkah pembaruan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan penyelenggara, partisipasi masyarakat, transparansi, serta kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan.
Semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 dengan ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia diharapkan tetap menjadi landasan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika demokrasi di tingkat lokal.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk terus membangun bangsa melalui pengabdian, perjuangan, dan kemanusiaan.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, melainkan sesuatu yang sedang kita bangun bersama.”
Peringatan Sumpah Pemuda dan pelaksanaan Pilkades serentak di Sumedang pada tanggal yang sama menjadi pengingat bahwa persatuan, partisipasi, dan tanggung jawab merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa.
(Bahaep)
