Wabup Fajar Aldilla Buka Diskusi Pengembangan Pengawasan Pendidikan Partisipatif Bawaslu Sumedang

Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com. Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla menghadiri sekaligus membuka kegiatan Diskusi Tatap Muka Pengembangan Pengawasan Pendidikan Partisipatif Bawaslu Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang digelar di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sumedang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran politik serta memperkuat peran masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dan pilkada.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang Ade Adrianta Sinulingga, S.TP. mengatakan, pendidikan pengawasan partisipatif merupakan program rutin yang dilaksanakan Bawaslu di seluruh Indonesia atas mandat Bawaslu RI.
Menurutnya, tugas penyelenggara pemilu tidak hanya menyelenggarakan pemilu dan pilkada, tetapi juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi.
“Kami selalu mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif. Masyarakat perlu memahami bahwa tanggung jawab saat pemilu bukan hanya datang ke TPS menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawasi jalannya proses demokrasi di lingkungan sekitarnya,” ujar Ade.
Ia mengungkapkan, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Sumedang mencapai sekitar 84 persen, menjadikan Sumedang masuk dalam lima besar kabupaten/kota dengan tingkat partisipasi tertinggi di Jawa Barat.
Namun demikian, pada Pilkada 2024 terjadi penurunan partisipasi sekitar 10 persen, sehingga menjadi bahan evaluasi bersama bagi penyelenggara, pemerintah, Forkopimda, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Harapannya masyarakat tetap memiliki komitmen menggunakan hak pilihnya meskipun banyak warga Sumedang yang bekerja di luar daerah. Memberikan suara bukan sekadar hak, tetapi bentuk kepedulian dalam menentukan masa depan Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ade menambahkan, kegiatan pendidikan pengawasan partisipatif tahun ini dilaksanakan secara tatap muka setelah sebelumnya pada 2025 digelar secara daring.
“Bawaslu RI memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan ini secara luring. Kami berharap jangkauan peserta semakin luas sehingga semakin banyak mahasiswa dan masyarakat yang terlibat dalam pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldilla dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun budaya demokrasi yang sehat melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pemilu.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Pemerintah Kabupaten Sumedang mendukung penuh upaya Bawaslu dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Keterlibatan masyarakat, terutama mahasiswa, sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap pengawasan pemilu, maka semakin kuat pula integritas penyelenggaraan demokrasi di Kabupaten Sumedang,” ujar Fajar.

(Bahaep)