Sumedang – eltaranews.com – West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 resmi berakhir. Kejuaraan paralayang internasional yang digelar di Batu Dua, Sumedang, 12–20 September 2026, ditutup Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Minggu (20/9/2026) malam.

Wabup Fajar mengatakan, WJPC menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Sumedang sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional.
“Sumedang harus siap menjadi destinasi sport tourism. Apa yang harus kita tingkatkan dan pertahankan harus menjadi bahan evaluasi ke depan,” ujar Fajar.
WJPC 2026 diikuti 88 pilot dari 13 negara. Fajar juga mengapresiasi penyelenggaraan event yang berlangsung tanpa menggunakan APBD.
“Event ini 100 persen non-APBD. Ini yang saya banggakan,” katanya.
Ia menegaskan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pertandingan paralayang, termasuk ketika kondisi cuaca dan angin tidak memungkinkan atlet melakukan penerbangan.
Sementara itu, Ketua FASI Sumedang Rahmat Juliadi menyebut seluruh rangkaian kejuaraan secara umum berjalan aman, tertib dan kondusif. Terdapat dua insiden minor pada hari pertama dan salah satu atlet sempat mendapat perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah.
Jafro Juara National Indonesia
Dalam kompetisi tersebut, Jafro Megawanto dari Jawa Timur menjadi juara National Indonesia dengan 3.353,1 poin. Posisi kedua ditempati Krisdiantono dan ketiga Samuel Pisga Drajad.
Pada kategori Overall, Zhenjun Zhao dari China menjadi juara dengan 3.399,9 poin, disusul Vit Pekarek dari Republik Ceko dan Jafro Megawanto dari Indonesia.
Kategori lainnya juga melahirkan sejumlah juara, di antaranya Xiaoya Xie (China) pada Female Class, Juliosarta Foranke (Indonesia) pada Sports Class, serta Samuel Pisga Drajad pada Junior U26.
Sementara kategori beregu dimenangi Tahu Sumedang dengan 11.779,7 poin, disusul Rise China Korea Para dan BJB Team.
Fajar berharap para pilot dan tamu yang datang ke Sumedang membawa pulang kesan positif tentang keramahan masyarakat.
“Siapa pun tamu yang datang ke Kabupaten Sumedang, itulah yang harus kita tunjukkan: kebaikan dan ketulusan,” ungkapnya.
Rahmat Juliadi berharap WJPC dapat kembali digelar dengan penyelenggaraan yang semakin baik.
“Dari Sumedang untuk Jawa Barat, dari Jawa Barat untuk Indonesia, dari Indonesia terbang ke dunia,” katanya.
Penutupan WJPC 2026 sekaligus menegaskan potensi Batu Dua dan Sumedang sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, dengan memadukan olahraga, keindahan alam dan promosi daerah ke tingkat internasional.
(Bahaep)
