SUMEDANG — eltaranews.com. Festival Keraton Sumedang Larang yang digelar mulai Kamis, 13 Agustus 2026, terus berlangsung dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan.
Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar yakni Nyuguh Ageung, yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga tengah malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi setiap bulan Maulud di lingkungan Keraton Sumedang Larang.
Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Somawilaga, mengatakan Nyuguh Ageung memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga kita masih diberi kesehatan walafiat oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat melaksanakan kegiatan ini,” ujar Rd. Luky dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, rangkaian kegiatan pada bulan Maulud memiliki nilai sakral dan telah menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga. Selain Nyuguh Ageung, terdapat pula kegiatan, kirab kecil Maulud, serta berbagai kegiatan lainnya yang dilaksanakan sejak awal hingga puncak bulan Maulud.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut hingga tanggal 12 Maulud yang menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Rd. Luky menjelaskan, Nyuguh Ageung bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan simbol pengabdian manusia kepada Tuhan sekaligus ungkapan syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
“Manusia harus mengabdi kepada Tuhan dengan rasa syukur. Karena kita semua masih diberi kesempatan, kenikmatan, karunia, rezeki, sehat, iman dan Islam. Ini merupakan kenikmatan yang luar biasa bagi kita, bagi umat manusia,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Festival Keraton Sumedang Larang, termasuk tawasul, tasbih, manakib dan kegiatan keagamaan lainnya, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
“Mudah-mudahan segala kegiatan yang ada, kemudian tawasul, tasbih kepada Tuhan Yang Maha Esa, manakib dan lain-lain, tentu ini merupakan visi dan tujuan bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Selain mengandung nilai keagamaan, rangkaian Festival Keraton Sumedang Larang juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan Nyuguh Ageung yang berlangsung hingga tengah malam tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan dan budaya masih hidup serta terus dipelihara di lingkungan Keraton Sumedang Larang.
(Bahaep)
