SUMEDANG – eltaranews.com. Keraton Sumedang Larang resmi meluncurkan Batik Keraton Sumedang Larang, batik khas Kasumedangan yang mengusung nilai budaya, sejarah, serta filosofi Sunda dalam setiap motifnya. Peluncuran batik ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkan identitas Sumedang kepada masyarakat luas.
Batik Keraton Sumedang Larang pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, B.S., M.T., saat berkunjung ke Keraton Sumedang Larang.

Seluruh motif batik merupakan karya N.R. Inge Sagitania, istri Radya Anom Keraton Sumedang Larang. Setiap motif dirancang dengan mengangkat filosofi kehidupan, nilai spiritual, serta kearifan lokal Kasumedangan yang diwariskan secara turun-temurun dengan merk “Batik Panembahan”

Saat ini telah tersedia lima motif batik, yaitu Sajati Ingsun, Kudi Hyang Asih, Surya Wening, Naga Kidul, dan motif Dufa. Sementara itu, lima motif baru masih dalam proses penyempurnaan untuk melengkapi koleksi Batik Keraton Sumedang Larang.
Batik ini diproduksi dalam dua jenis, yakni batik tulis dan batik cap, yang masing-masing memiliki karakteristik dan nilai artistik tersendiri.

Motif Sajati Ingsun menggambarkan hubungan sejati manusia dengan Sang Maha Pencipta.

Motif dupa melambangkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bambu menjadi simbol keteguhan hidup yang berlandaskan keimanan, beras wutah melambangkan kesejahteraan, sedangkan bunga melati menjadi lambang kesucian dan kemurnian hati. Pada batik tulis Sajati Ingsun hanya ditampilkan motif dupa dan bunga melati, sedangkan pada batik cap ditambahkan unsur bambu dan beras wutah.

Motif Kudi Hyang Asih memiliki filosofi kekuatan yang lahir dari kemurnian hati dan dijalankan dengan kasih sayang.


Sementara itu, motif Surya Wening memadukan unsur matahari, dupa, ombak, dan bunga sebagai simbol cahaya kehidupan yang menghadirkan ketenangan jiwa.

Adapun motif Naga Kidul pada batik tulis menampilkan sosok naga laut yang sedang tertidur sebagai perlambang kekuatan, kewibawaan, sekaligus keseimbangan alam.
Bagi masyarakat yang ingin memiliki Batik Keraton Sumedang Larang, produk ini dapat diperoleh langsung di Galeri Museum Prabu Geusan Ulun – Keraton Sumedang Larang, Jalan Prabu Geusan Ulun No. 40 B, Kabupaten Sumedang, tepat di depan Alun-Alun Sumedang. Selain itu, pemesanan juga dapat dilakukan secara online.
Kehadiran Batik Keraton Sumedang Larang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah melalui karya batik yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan jati diri Kasumedangan. Dengan mengenakan Batik Keraton Sumedang Larang, masyarakat turut berperan dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Sumedang kepada Indonesia bahkan dunia.
((Bahaep)
