RAPI Bangga Jadi Bagian WJPC 2026 Saatnya Sumedang Terbang Lebih Tinggi

Olahraga

SUMEDANG – Eltaranews.com   Langit Sumedang kembali bersiap menjadi panggung olahraga dirgantara dunia. West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 akan kembali digelar di kawasan Batudua, Kabupaten Sumedang, pada 12–20 September 2026.

Bagi Sumedang, WJPC bukan lagi sekadar sebuah kompetisi paralayang. Event yang telah beberapa kali diselenggarakan ini perlahan telah menjadi bagian dari wajah Sumedang sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism, pariwisata alam, budaya, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Karena itu, penyelenggaraan WJPC 2026 semestinya tidak dipandang hanya sebagai kegiatan olahraga yang berlangsung selama beberapa hari. Lebih jauh, event ini adalah etalase Sumedang dan Jawa Barat di mata dunia.

Pada WJPC 2025, sebanyak 116 pilot dari 17 negara tercatat ambil bagian. Para pilot melakukan penerbangan lintas alam dari kawasan Batudua, Gununglingga, Kecamatan Cisitu, dengan rangkaian kegiatan yang juga mempertemukan olahraga, pariwisata, seni budaya dan UMKM. Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri saat itu menegaskan bahwa WJPC membuktikan kelayakan Batudua dan kawasan sekitarnya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Sementara pada WJPC 2026, antusiasme peserta kembali terlihat. Dari sekitar 170 pendaftar, sebanyak 88 pilot telah mengonfirmasi kepastian untuk mengikuti kejuaraan, sementara kapasitas peserta disebut dapat mencapai 120 pilot.

Bukan Sekadar Paralayang, Tetapi Promosi Sumedang

Kehadiran pilot dari berbagai daerah dan negara membawa konsekuensi positif yang jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan.

Mereka datang bersama ofisial, panitia, keluarga, komunitas maupun wisatawan. Mereka membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, jasa lokal, oleh-oleh dan berbagai kebutuhan lainnya.

Di sinilah roda ekonomi masyarakat dapat bergerak.

Warung dan rumah makan mendapatkan konsumen. Penginapan mendapatkan tamu. Pelaku UMKM memperoleh pasar. Produk kuliner dan kerajinan lokal mendapatkan kesempatan dikenal lebih luas. Destinasi wisata memperoleh promosi secara langsung maupun melalui media sosial para peserta.

Dalam konteks itulah WJPC harus ditempatkan sebagai momentum promosi terpadu Kabupaten Sumedang.

Bahkan pada penyelenggaraan 2024, WJPC diikuti pilot dari berbagai negara dan dipandang sebagai salah satu langkah untuk mendongkrak potensi wisatawan yang berkunjung ke Sumedang.

Maka sangat wajar apabila masyarakat Sumedang berharap dukungan terhadap event semacam ini terus diperkuat.

Jangan Biarkan Batudua Sepi Tanpa Event

Batudua adalah salah satu aset alam Sumedang yang memiliki nilai strategis.

Dengan karakteristik alam dan ketinggiannya, kawasan tersebut telah menjadi tempat take off paralayang dan terbukti mampu menjadi bagian dari event bertaraf internasional. Pada WJPC 2025, Batudua bahkan disebut memiliki posisi penting dalam menjadikan Sumedang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Karena itu, menjadi sebuah kerugian apabila potensi sebesar itu hanya ramai ketika ada kejuaraan, kemudian kembali sepi tanpa agenda lanjutan.

Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mulai memikirkan kalender event olahraga dirgantara dan pariwisata secara berkelanjutan, bukan hanya satu event dalam satu tahun.

Batudua jangan hanya menjadi tempat take off.

Batudua harus menjadi destinasi wisata yang hidup.

Harus ada kegiatan, promosi, pembinaan komunitas, event olahraga, festival, paket wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat yang membuat kawasan tersebut terus dikenal dan dikunjungi.

Jika dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin Batudua menjadi salah satu ikon sport tourism Jawa Barat yang memiliki daya saing internasional.

Pemerintah dan Masyarakat Harus Berjalan Bersama

Cita-cita membangun Sumedang melalui pariwisata, budaya, ekonomi kreatif dan UMKM tentu tidak mungkin dikerjakan oleh pemerintah seorang diri.

Masyarakat harus ikut bergerak.

Pelaku usaha harus siap menangkap peluang.

Komunitas harus mengambil peran.

Dan pemerintah harus hadir memberikan dukungan yang nyata, terencana dan berkelanjutan.

WJPC memberikan contoh bagaimana sebuah event olahraga dapat mempertemukan banyak kepentingan sekaligus: olahraga, pariwisata, promosi daerah, ekonomi masyarakat, budaya dan citra daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumedang bahkan telah menyebut WJPC sebagai momentum yang memadukan sport tourism, culture tourism dan creative tourism.

Karena itu, dukungan pemerintah seyogianya tidak berhenti pada penyelenggaraan event semata, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur, akses menuju lokasi, fasilitas publik, keamanan, keselamatan, promosi, UMKM serta kesinambungan agenda setelah kejuaraan selesai.

Demikian pula Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki kepentingan yang sama. Sebab, meskipun venue berada di Sumedang, nama yang dibawa adalah West Java.

Keberhasilan WJPC pada akhirnya adalah keberhasilan promosi Jawa Barat.

RAPI Siap Ambil Bagian

Di tengah semangat tersebut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Kabupaten Sumedang menyatakan kebanggaannya dapat terlibat dan berkontribusi dalam penyelenggaraan WJPC.

Sebagai organisasi komunikasi radio yang memiliki anggota dan jaringan komunikasi di masyarakat, RAPI memiliki pengalaman dalam mendukung komunikasi lapangan, kegiatan sosial kemasyarakatan, kebencanaan maupun kegiatan yang membutuhkan koordinasi komunikasi.

RAPI memandang keterlibatan dalam WJPC bukan semata-mata sebagai tugas organisasi, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah.

RAPI siap membantu sepenuh hati sesuai kemampuan dan kapasitas organisasi.

Komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan yang melibatkan banyak personel, lokasi dan aktivitas. Karena itu, RAPI siap bersinergi dengan panitia maupun unsur terkait dalam mendukung kelancaran komunikasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi RAPI, membantu suksesnya WJPC berarti ikut membantu memperkenalkan Sumedang.

Dan memperkenalkan Sumedang berarti ikut mengambil bagian dalam membangun daerah.

Saatnya Sumedang Berani Bermimpi Lebih Besar

WJPC telah menunjukkan bahwa Sumedang memiliki modal yang tidak sedikit.

Ada alam yang indah.

Ada Batudua.

Ada Jatigede.

Ada budaya.

Ada kuliner.

Ada UMKM.

Ada masyarakat yang ramah.

Dan yang tidak kalah penting, ada pengalaman menyelenggarakan event yang mampu menarik perhatian dunia.

Tinggal bagaimana seluruh potensi tersebut dirangkai menjadi sebuah kekuatan promosi yang konsisten.

Jangan sampai kita baru bangga ketika pilot dari berbagai negara datang, tetapi setelah event selesai kita kembali lupa bahwa Sumedang memiliki aset wisata yang luar biasa.

Jangan pula sampai Batudua hanya dikenal ketika kalender kejuaraan tiba.

Batudua harus terus terbang, bukan hanya ketika WJPC digelar.

Untuk itu, dukungan terhadap WJPC dan event-event sejenis perlu terus ditingkatkan. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM dan media harus berjalan dalam satu irama.

Sebab membangun Sumedang bukan pekerjaan satu pihak. Ini adalah pekerjaan bersama.

WJPC 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Sumedang bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menjadikan sebuah event sebagai mesin promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.

Dari Batudua, para pilot menerbangkan cita-cita mereka.

Dan dari tempat yang sama, Sumedang pun seharusnya menerbangkan cita-citanya untuk menjadi destinasi wisata dan sport tourism yang semakin dikenal di Indonesia, Jawa Barat, bahkan dunia.