Tiga Kepala Kemenag Bergeser, Sumedang-Garut-Kuningan Bertukar Nahkoda

Terkini

SUMEDANG – eltaranews.com.  Peta kepemimpinan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di tiga daerah Jawa Barat resmi bergeser. Sumedang, Garut dan Kuningan kini memiliki nahkoda baru setelah tiga Kepala Kemenag menjalani rotasi dan mutasi jabatan.

Momentum tersebut dikemas dalam acara pisah sambut tiga Kepala Kemenag yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, Senin (31/8/2026).

Tiga pejabat yang mengalami pergantian tugas yakni Hamzah Rukmana, sebelumnya Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang, kini dipercaya memimpin Kemenag Kabupaten Garut.

Kemudian Saepulloh, yang sebelumnya menjabat Kepala Kemenag Kabupaten Garut, mendapat amanah baru sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan.

Sementara Ahmad Handiman Romdony, sebelumnya Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, kini kembali bertugas di Kabupaten Sumedang sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang.

Pergantian tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan. Suasana haru tampak dalam acara yang mempertemukan jajaran Kemenag dari tiga kabupaten tersebut.

Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Sumedang, Moch. Iqbal, mengatakan pisah sambut tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghargaan atas dedikasi dan loyalitas para pejabat selama menjalankan amanah di daerah masing-masing.

“Acara ini tidak hanya bersifat administratif normatif tentang serah terima jabatan kedinasan. Ada hal yang lebih penting, yaitu penghargaan terhadap dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab,” kata Moch. Iqbal.

Menurutnya, rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Karena itu, perpisahan tidak harus dimaknai sebagai akhir, tetapi dapat menjadi pintu menuju amanah dan pengabdian baru.

“Perpisahan bukanlah akhir. Bisa jadi dengan cara Allah membuka pintu rezeki, jalan baru dan memberikan keberkahan di tempat baru,” ujarnya.

Tiga Pejabat, Tiga Daerah, Satu Amanah

Dalam acara tersebut, ketiga Kepala Kemenag yang mengalami rotasi memberikan pesan dan kesan. Namun, mereka sepakat menunjuk Ahmad Handinan Romdony untuk mewakili penyampaian sambutan.

Ahmad mengatakan, pisah sambut tiga kepala kantor sekaligus merupakan momentum yang cukup istimewa.

“Kami bertiga dalam satu waktu, dalam satu tempat, melaksanakan acara pisah sambut. Kami dilepas dengan penuh keharuan dan kami diterima dengan penuh kebanggaan,” ungkap Ahmad.

Ia menilai sambutan hangat dari jajaran Kemenag di Sumedang, Garut dan Kuningan menunjukkan bahwa hubungan yang terbangun selama ini tidak sebatas hubungan kedinasan.

Menurutnya, kebersamaan, harmonisasi dan kekeluargaan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama.

Ahmad pun meminta dukungan dan doa agar dirinya maupun dua pejabat lainnya dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

“Kami mohon doa, support, bantuan dan penerimaan dengan segala kekurangan dan kelebihan kami masing-masing,” katanya.

Ahmad: Sumedang Bukan Daerah Asing

Menariknya, bagi Ahmad Handiman, Kabupaten Sumedang memiliki ikatan emosional tersendiri.

Ia mengaku meski berasal dari Bandung, dirinya telah lama memiliki keterikatan dengan Sumedang.

“Saya sebetulnya orang Bandung, cuma sejak 1997 saya ber-KTP Sumedang. Sumedang itu tempat kelahiran istri saya,” ujarnya.

Karena itu, ia menyebut penugasan di Sumedang sebagai sesuatu yang memiliki makna tersendiri.

Dengan masa kerja yang masih tersisa sekitar dua tahun, Ahmad berkomitmen memberikan kontribusi terbaik untuk Kemenag Kabupaten Sumedang.

“Di sisa waktu masa kerja saya, mudah-mudahan dapat berkiprah di Kabupaten Sumedang, dapat membangun Kabupaten Sumedang menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Ia juga menitipkan harapan kepada dua rekannya. Hamzah Rukmana diharapkan mampu membawa Kemenag Kabupaten Garut semakin bersinar, sedangkan Saefuloh diharapkan mampu membawa Kemenag Kabupaten Kuningan semakin melesat.

“Pak Hamzah bisa membangun Kabupaten Garut bisa lebih bersinar lagi. Pak Saepulloh berkiprah di Kabupaten Kuningan bisa lebih melesat lagi,” tutur Ahmad.

Pergantian tiga Kepala Kemenag ini sekaligus menjadi babak baru bagi Sumedang, Garut dan Kuningan. Tantangannya kini sama: melanjutkan program yang sudah berjalan, menjaga prestasi, memperkuat pelayanan publik, dan membawa institusi Kementerian Agama semakin dekat dengan masyarakat.

Acara pisah sambut ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi jajaran Kemenag dari tiga kabupaten, dalam suasana penuh keakraban dan haru.

(Bahaep)